Berita Surabaya

BOS Tak Kunjung Cair, ini Kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim

Sampai menjelang berakhirnya triwulan pertama 2017, dana BOS untuk sekolah di Jatim tak kunjung cair. Ini kata Kepala Dinas Pendidikan...

BOS Tak Kunjung Cair, ini Kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim
surabaya.tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Saiful Rachman 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk SMA dan SMK belum juga dicairkan oleh Dinas Pendidikan Jatim meski saat ini triwulan pertama tahun 2017 sudah hampir berakhir. 

Jangankan dicairkan ke sekolah-sekolah, bahkan BOS untuk SD dan SMP pun belum disalurkan ke kota atau kabupaten. 

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Saiful Rachman mengakui ada keterlambatan pencairan BOS karena terkendala aturan teknis yang baru saja berubah. 

Namun, ia memastikan pekan depan dana BOS triwulan pertama untuk jenjang SD hingga SMA dan SMK yang mencapai Rp 1,325 triliun itu dapat dicairkan seluruhnya. 

“BOS ini butuh proses waktu,petunjuk teknisnya baru. Wewenang SMA/SMK juga baru kami terima. Minggu depan beres (pencairan BOS), SD dan SMP juga begitu,” jelasnya ketika ditemui SURYA.co.id, Jumat (17/3/2017).

Dikatakannya, situasi transisi perpindahan wewenang dan petunjuk teknis membuat sekolah dan pihaknya masih kesulitan mengolah data.

Meskipun sudah ada dapodik (data pokok pendidikan), tetapi pihaknya juga masih kesulitan berhubungan dengan daerah karena kurang pahamnya sejumlah sekolah di daerah terkait perubahan juknis.

“Ya berkaitan dengan UU 23, tidak bisa sembrono. Jatim juga dapat uji coba BOS non tunai juga.Uangnya ada, tapi administrasinya penting dirapikan. Kalau administrasinya salah, bisa ruwet juga, yang kena masalah ya saya juga.Pasti kami selesaikan,” tegasnya.

Menurutnya, sejumlah sekolah juga masih bingung membuat Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS). Padahal hal itu diperlukan untuk administrasi sebagai dasar pencairan dengan aman. Apalagi saat ini koordinasi Dinas Pendidikan Jatim langsung dilakukan lewat bendahara SMA dan SMK.

“ Jangan disamakan dengan provinsi lain, apalagi di jawa volume sekolahnya besar. Cabang dinas niatnya saya perankan, karena saat ini semua tanda tangan asli saya. SD dan SMP saya juga tanda tangan ke daerahnya juga,” ungkapnya.

Ia juga menekankan, pencairan BOS ini akan dilakukan serentak jika semua daerah tuntas. Sehingga meskipun sekolah sudah menuntaskan syarat pencairan BOS, sekolah atau daerah yang sudah tuntas masih harus menunggu sekolah atau daerah yang belum selesai.

"Mau bagaimana lagi, kalau sekolah utang dulu ya wajar. Memang dananya belum bisa cair,"pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved