Profil
Meinanda Chudahman: Mudah Adaptasi Pendidikan di Inggris
Biaya hidup untuk tinggal di Inggris juga cukup rendah dibandingkan negara lain untuk kota besar seperti London.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Menyelesaikan pendidikan pascasarjana di Inggris begitu menyenangkan bagi Meinanda Chudahman.
Manager program British Council ini menjelaskan pendidikan di Inggris tidak menuntut adaptasi berlebihan untuk lingkungannya.
Pasalnya, di Inggris banyak terdapat mahasiswa dari berbagai negara.
Untuk makanan juga banyak tersedia makanan halal. Semua agama terfasilitasi tempat ibadahnya.
“Persyaratan kuliah pascasarjana juga tidak sulit. Indeks prestasi yang diminta minimum 3. Hanya saja kemampuan bahasa Inggris, IELTS-nya minimal 6,5,”ungkap wanita yang akrab dipanggil Nanda ini.
Biaya hidup untuk tinggal di Inggris juga cukup rendah dibandingkan negara lain untuk kota besar seperti London butuh sekirat Rp 16 juta atau 1000 poundsterling. Sedangkan untuk kota kecil butuh sekitar Rp 13 juta atai sekitar 800 poundsterling.
“Itu sudah biaya tempat tinggal dan uang saku. Pemilihna universitas juga trgabtung selera, apa ingin kota kecil atau kota besar yang mungkin banyak turisnya,” terang alumnus Universitas Pelita Harapan ini
Menariknya menyelesaikan pendidikan pasca sarjana di Inggris hanya membutuhkan waktu 1 tahun.
Tetapi menurut Nanda, waktu akna lebih banyak dihabiskan untuk mencari materi perkuliahan dan membuat esai.
“Sebenarnya boleh kerja paruh waktu 20 jam dalam seminggu. Tetapi pastinya akan sangat kesulitan membagi waktu dengan kuliah,” jelasnya.
Berdasarkan pengalamannya, ia sangat merekomendasikan melanjutkan pendidikan di Inggris. Sebab, kualitas pendidikan terjamin, jangka waktu efisien, dan banyak orang dari berbagai negara yang memperluas jaringan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/surabaya-meinanda-chudahman_20170313_183003.jpg)