Lapor Cak

Ada Kelas Story Telling, Rumah Bahasa masih Sepi Peminat

"Anak-anak kita saat ini budaya literasinya masih banyak berhenti pada membaca untuk dirinya sendiri."

Ada Kelas Story Telling, Rumah Bahasa masih Sepi Peminat
surya/habibur rohman
TAMBAH KELAS - Suasana di Rumah Baca area Balai Pemuda Surabaya, Minggu (12/3/2017). Rumah baca menambah kelas untuk story telling. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Rumah Bahasa milik Pemerintah Kota Surabaya sejak tiga pekan ini punya fasilitas baru selain kelas bahasa.

Fasilitas publik yang ada di Komplek Balai Pemuda itu kini juga menyediakan layanan kelas Story Telling.

Namun sayangnya kelas baru Rumah Bahasa ini belum banyak diminati oleh warga Surabaya.

Kepala Badan Perpusatakaan dan Kearsipan Kota Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan, kelas Strory Telling ini merupakan inovasi pemerintah kota untuk mempercepat budaya literasi di Surabaya.

"Anak-anak kita saat ini budaya literasinya masih banyak berhenti pada membaca untuk dirinya sendiri. Kita ingin agar anak-anak bisa re-read dan re-tell," ucap Wiwiek yang ditemui Surya di Balai Kota, Minggu (12/3/2017).

Ia menyebutkan dengan re-read dan re-tell maka akan banyak manfaat yang didapatkan anak-anak.

Mulai dari mmenambah minat memabaca, memahami bacaan secara utuh, dan menumbuhkan kebiasaan menulis.

Sebab sebelum menceritakaan ulang, atau mendongeng, biasanya pencerita akan menuliskan dulu apa yang akan mereka sampaikan.

"Itulah alasan mengapa kami membuka layanan baru di Rumah Bahasa yaitu Story Telling Class," ucap Wiwiek.

Kelas ini dibuka setiap hari Sabtu. Setiap sesinya dibuka selama dua jam.

Halaman
123
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved