Berita Surabaya

Ternyata, Para Tokoh Pesohor Negeri ini Hampir Seluruhnya Rakus Membaca

"Jadi membaca itu keren. Sebab dengan membaca akan menambah sumbu pengetahuan,"

Ternyata, Para Tokoh Pesohor Negeri ini Hampir Seluruhnya Rakus Membaca
surya/fatimatuz zahro
Salah satu perserta Festival Pustaka Bergerak, Minggu (12/3/2017). 

SURYA.co.id I SURABAYA - Masih rendahnya minat baca Indonesia menjadi alasan utama Festival Pustaka Bergerak Surabaya dihelat pada Minggu, (12/3/2017).

Sebanyak 2100 pelajar dari 47 SD dan SMP serta kalangan pegiat literasi di Surabaya berpawai mengitari rute Balai Kota -Jalan Wali Kota Mustajab - Monumen Kapal Selam - Jalan Pemuda - Jalan Yos Sudarso - Balai Kota untuk mengampanyekan budaya membaca dan literasi.

Berdasarkan survei yang dilakukan lembaga internasional, dari seribu warga Indonesia yang diteliti hanya satu orang yang punya minat baca.

Bahkan dari 61 negara yang diteliti Indonesia masuk di urutan dua dari bawah.

"Selama ini banyak masyarakat yang menganggap bahwa budaya literasi itu hal yang berat, makanya kami ingin membuat masyarakat berubah pemikirannya bahwa literasi itu fun," ucap Public Relation Manager Gramedia, Rezza Patria Wibowo, Minggu (12/3/2017).

Menurutnya, menumbuhkan minat baca bisa dilakukan dengan mendekatkan kesukaan anak. Bisa melalui buku fiksi, komik edukatif, dan juga buku cerita.

"Supaya minat baca anak tumbuh dulu. Kalau sudah tumbuh maka dia akan terbiasa dan cenderung butuh untuk membaca," ucapnya.

Dalam kegiatan Festival Pustaka Bergerak ini kreativitas juga dijadikan tombak peserta untuk kampanye budaya literasi.

Melalui kostum dan juga kreasi mereka menciptakan media untuk mengajak masyarakat untuk membaca.

"Seluruh peserta ini dilombakan. Yang paling kreatif dapat hadiah uang Rp 8 juta," ucap Rezza.

Publishing and Eduction Director PT Gramedia Asri Media, Suwandi S Brata mengatakan membaca itu hal yang keren.

"Berdasarkan penelitian kami menerbitkan buku tentang tokoh-tokoh pesohor negeri, ternyata hampir seluruhnya adalah orang yang gemar membaca," katanya.

"Malah mereka adalah orang yang rakus membaca. Jadi membaca itu keren. Sebab dengan membaca akan menambah sumbu pengetahuan," imbuhnya.

Membaca juga akan mempengaruhi pola pikir pembaca. Saat dihadapkan ke permasalahan maka orang yang gemar membaca akan lebih punya alternatif solusi.

"Kami juga mengapresiasi pemerintah Kota Surabaya yang sangat mendukung upaya literasi. Sudah banyak TBM yang dikembangkan bahkan di kelurahan juga ada," ucap Suwandi.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved