Berita Malang Raya

Awas! Pelaku Pencurian Mengaku Debt Collector Mulai Marak di Batu

Pencuri atau perampas motor yang mengaku sebagai debt collector "bergentayangan" di Kota Batu. Waspadalah dan ikuti petunjuk Kapolres ini...

Awas! Pelaku Pencurian Mengaku Debt Collector Mulai Marak di Batu
Surabaya.tribunnews.com/Sany Eka Putri
Kapolres Kota Batu, AKBP Leonardus Simarmata, menunjukkan barang bukti serta tersangka yang berhasil mereka amankan dalam tindak pidana pencurian bermodus debt collector 

SURYA.co.id | BATU -  Modus pencurian dengan mengaku sebagai debt collector, mulai marak terjadi di Kota Batu

Karena itu, Kapolres Kota Batu, AKBP Leonardus Simarmata mengatakan kepada seluruh masyarakat agar tidak tertipu dan mudah percaya terhadap orang yang tiba-tiba memberhentikan saat berada di jalan.

Leonardus mengimbau agar tidak malu untuk berteriak ketika mendapat kejadian seperti itu.

"Jangan malu untuk berteriak. Saat jalan sepi, teriak saja. Usahakan jika dicegah oleh orang yang tak dikenal, lakukan hal-hal yang mengundang massa. Karena masih banyak yang terlalu takut dan menyerah begitu saja," kata dia kepada Surya, Minggu (12/3/2017).

Salah satu kejadian pencurian dengan modus pelaku mengaku sebagai debt collector, dialami seorang korban bernama Dewin, warga Bumiaji pada 15 Februari 2017 silam.

Saat sedang mengendarai sepeda motor seorang diri di jalan Pesanggrahan. Dewin tiba-tiba dihentikan oleh tiga orang yang tak dikenal dan mengaku sebagai debt collector dari salah satu perusahaan finance.

Merasa tak berdaya, Dewin langsung memberikan sepeda motornya beserta surat-surat kendaraan. Selang beberapa jam, Dewin memeriksa perusahaan finance yang dimaksud. Namun apes, tidak ada nama orang mengaku sebagai debt collector itu.

"Pelaku itu mengaku kalau akan membawa sepeda motornya ke kantor. Nyatanya tidak ada. Kalau seperti ini kita harus berani. Tanyakan surat tugasnya. Dari perusahaan finance mana dan tanyakan ID Cardnya. Karena tidak mungkin ada petugas yang tiba-tiba mencegat di jalan dan menagih tagihan," imbuh Leonardus.

Jalan-jalan yang rawan terjadi pencurian, seperti modus mengaku sebagai penagih hutang dan mencegah di jalan ialah daerah yang biasanya sepi dan jauh dari keramaian. Namun, Leo tetap mengimbau agar masyarakat berani untuk bertindak tegas.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved