Minggu, 12 April 2026

Berita Jombang

Astaga, Para Pelajar ini Ternyata Sudah 10 Kali Bobol Sekolah di Jombang

Polisi di Jombang menangkap 2 pelajar yang sudah 10 kali membobol sekolah-sekolah di kota tersebut. Begini nasib mereka sekarang...

Penulis: Sutono | Editor: Eben Haezer Panca
Surabaya.tribunnews.com/Sutono
N dan AA (duduk) saat diamankan di Polsek Bareng, Kabupaten Jombang. Dua remaja ini sudah 10 kali membobol sekolah di Jombang. 

SURYA.co.id | JOMBANG - Petugas Polsek Bareng, Jombang, meringkus dua anggota komplotan pencuri spesialis sekolah, Sabtu (11/3/2017).

Dua orang yang ditangkap ini masing-masing adalah pelajar SMP dan SMA yang sudah beraksi di 10 sekolah di Jombang. Aksi mereka yang terakhir, dilakukan di SDN Mundusewu 1, Kecamatan Bareng

Keduanya masing-masing berinisal N (17), pelajar asal Desa/Kecamatan Ngoro Jombang dan AA (17), pelajar asal Jalan Gresik Gang Kalim Desa Kepatihan, Kabupaten Gresik.

Meski beralamat di Gresik, namun AA sehari-hari sekolah di Kecamatan Ngoro Jombang. Bersamaan ditangkapnya dua pelaku, juga disita sejumlah barang bukti. Di antaranya dua unit laptop merek Acer dan kamera digital merek Canon.

Selain itu juga ada dua obeng, satu tang, tongkat, palu, pisau dan linggis. Seluruh peralatan yang digunakan untuk mencuri itu dikemas dalam satu tas.

"Terakhir kami sita satu unit sepeda motor Suzuki RC 100 tanpa plat nomor," ujar Kapolsek Bareng AKP Lely Bahtiar,  Minggu (12/3/2017).

Lely menjelaskan, kedua tersangka ditangkap Sabtu(11/3/2017). Hasil pemeriksaan sementara, komplotan tersebut sudah menjalankan aksinya di 10 tempat kejadian perkara (TKP) yang semuanya gedung sekolah.

Rincianya, tiga kali di Kecamatan Bareng dan tujuh kali di Kecamatan Ngoro. "Mereka ini memang spesialis pencuri di gedung-gedung dan kantor sekolah," tambahnya.

Lely menungkapkan, tertangkapnya N dan AA saat beraksi di SDN Mundusewu 1, Sabtu (11/3/2017) sekitar pukul 01.30 dini hari. Awalnya, polisi mendapatkan informasi terjadi pencurian di sekolah tersebut.

Polisi lantas mendatangi TKP. Ternyata informasi itu tak meleset. Hasil penyelidikan mengarah ke nama tersangka. Petugas lalu menangkap N, dan kemudian baru AA.

"Mereka kami tangkap secara terpisah. Kami masih mengembangkan lagi kasus ini. Karena tidak menutup kemungkinan bukan hanya 10 TKP yang sudah menjadi sasaran pelaku," pungkas Lely.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved