Berita Surabaya

Psikolog : Jangan Sampai Bimbingan Belajar Jadi Beban

Menurut Psikolog, bimbingan belajar bagi anak adalah salah satu cermin tidak tuntasnya proses pembelajaran di sekolah.

surya/ahmad zaimul haq
BIMBEL GRATIS - Sejumlah siswa SD mengikuti bimbingan belajar gratis di Perpustakaan Kota Surabaya di kawasan Rungkut, Rabu (8/3/2017). Para peserta cukup datang dan mencari kelas sesuai dengan tingkatannya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Fenomena banyaknya siswa yang mengikuti bimbingan belajar menjadi tren yang banyak dilakukan orang tua dalam mendidik anaknya. Namun, menurut psikolog anak, Dr Dewi Retno Suminar MSi bimbel adalah cermin tentang proses pembelajaran di kelas yang tidak tuntas.

Orang tua harus memahami tujuan dalam menempatkan anak dalam bimbingan belajar.

“Kalau benar-benar membuat anaknya dapat belajar dengan lebih baik karena sekolah tidak memberikan secara tuntas. Maka sah saja anak ikut bimbel,”tegas dosen Universitas Airlangga ini.

Ia menegaskan, bimbel secara berkelompok lebih banyak manfaatnya. Anak bisa melakukan interaksi sosial. Dan bisa melihat kekuatan diri diantara temannya. Hal ini tentunya tidak akan didapatkan jika mengikuti bimbel secara privat.

“Anak sekarang perlu rangsangan dalam berinteraksi sosial, dengan banyaknya keluarga inti maka anak interaksinya terbatas. Kalau di bimbel mereka mempunyai banyak teman dari lain sekolah,”lanjutnya.

Hanya saja,lanjutnya, patut disayangkan sekolah seakan menitipkan ketuntasan belajar pada pihak bimbel. Dan untuk menjaga kondisi psikologia anak agar tidak tertekan, menurutnya tinggal suasananya buat senang.

“Tempatnya bisa dibuat enjoy, bisa berinteraksi seperti guyon lepas maka tidak terVorsir. Jadi mencarinya tentunya yang bimbel menyenangkan, banyak temannya. Karena ini lebih pas dari pada privat,”pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved