Breaking News:

Berita Gresik

Panen Raya, Warga Kebonagung Ujungpangkah sempat Kewalahan Menjual Jeruk Nipis

Kepala Desa Kebonagung Nur Qozin mengatakan pihaknya percaya tanah di area ini tanah tersubur.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Parmin
surya/mohammad Romadoni
Ibu-ibu baramai-ramai memetik jeruk nipis di perkebunan Desa Kebonagung Kecamatan Ujungpangkah Gresik, Selasa (7/3/2017). 

SURYA.co.id | GRESIK - Di ujung utara sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Gresik terdapat sebuah perkebunan di Desa Kebonagung Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik.

Penduduk di Desa Kebonagung berjumlah 136, 325 KK ini 5 persennya bekerja sebagai petani.

Paling banyak warga sebagai petani jeruk nipis. Sekitar 70 hektar lebih lahan jeruk nipis yang ada di perkampungan tersebut.

Kepala Desa Kebonagung Nur Qozin mengatakan pihaknya percaya jika tanah di area ini adalah tanah tersubur dibandingkan dengan jenis tanah dari daerah Gresik lainnya.

"Memang kondisi tanah disini begitu subur dan kalau ditanami tanaman jeruk nipis dapat tumbuh dan berbuah lebat," terang Nur Qozin saat dijumpai dikediamannya, Selasa (7/3/2017).

Dia mengaku tanaman jeruk nipis sangat potensial. Karena dapat dipanen setiap hari dan sangat menguntungkan bagi petani.

"Pada lahan seluar 70 hektar sehari bisa panen sampai dua ton," ungkapnya.

Menurutnya, jeruk nipis yang ditanam oleh anggota kelompok rukun tani satu dan kelompol tani dua ini mempunyai nilai ekonomis tinggi. Apalagi jeruk nipis panennya tidak mengenal musim.

"Jadi para petani di sini menganggap jeruk nipis sebagai tanaman hasil perkebunan favorit yang sangat menguntungkan," ujarnya.

Dia menjelaskan pada musim hujan seperti ini harga jeruk nipis di kalangan petani untuk satu kilo jeruk nipis dibanderol seharga Rp 8000. Sedangkan untuk musim kemarau harga jeruk nipis bisa naik berlipat satu kilo bisa seharga Rp 20.000.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved