Breaking News:

Berita Surabaya

Dewan Pendidikan Surabaya Minta Sekolah Cegah Siswa Konsumsi Permen Dot

Dewan Pendidikan kota Surabaya mengimbau para kepala sekolah di Surabaya agar mencegah para siswanya mengonsumsi permen dot.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Eben Haezer Panca
surya/ist
Permen berbentuk dot yang disinyalir mengandung bahan berbahaya narkoba 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dewan Pendidikan Kota Surabaya telah melakukan koordinasi dengan kepala sekolah  di Surabaya setelah mencuatnya isu permen dot.

Sekolah diimbau untuk mewaspadai peredaran permen itu dan mencegah agar anak-anak tidak mengkonsumsinya hingga hasil pengujian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) keluar.

”Keberadaan permen di lingkungan sekolah jangan sampai ada anak yg mengkonsumsinya sampai dengan BPOM menyampaikan hasil pengujiannya. Sebab belum tahu apakah makanan ini layak makan atau tergolong narkoba yang harus dimusnahkan,” ungkap Anggota Dewan Pendidikan Kota Surabaya, Didik Yudhi Prasetyo ketika dikonfirmasi SURYA.co.id, Selasa (7/3/2017).

Melalui whatsapp, imbauan tersebut disampaikan beserta detail produk permen dot tersebut. Yaitu produk permen dengan merk Penguin Brand. Kemasan botol terdapat dot dengan permen.

Bahkan izin edar juga dicantumkan yaitu ML 224409003077. Yaitu Makanan Luar negeri yang diproduksi Xiamen Yang Wan Foodstuff, Cina. Dengan Importir PT. Petrona Inti Chemindo - Jakarta Barat, DKI Jakarta.

Kepala SDN Mojo III Poerwito mengungkapkan telah memastikan jika di sekolahnya tidak ditemukan permen tersebut. Dia menjelaskan selama ini pihak sekolah sudah membentuk paguyuban pedagang PKL di sekitar sekolah.

Dengan adanya paguyuban itu, tak mudah bagi pedagang asing untuk masuk ke sekitar SDN Mojo III.

“Kami memberikan membinaan pada para pedagang supaya mereka menjual jajanan yang sehat. Bahkan soal minyak goreng pun jangan menggunakan minyak bekas, kalau sudah minyak sehari sebelumnya maka harus diganti,” katanya.

Dikatakannya, Lurah Mojo dan Satpol PP telah datang untuk merazia para pedagang. Namun dari razia tersebut tidak ditemukan permen yang diduga mengandung bahan narkoba tersebut. Pihaknya juga sudah memberikan sosialisasi pada siswa supaya tidak membeli jajanan permen seperti yang dimaksud itu.

“Untuk pedagang kami akan mengumpulkan mereka, dan meminta mereka untuk tidak menjual permen permen yang diduga berbahaya tersebut. Sedangkan di lingkungan sekolah, kami punya kantin kejujuran, semua makanan yang dijual jelas baik untuk anak anak,” jelasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved