Berita Pendidikan Surabaya

PPDB 2017: Kuota 1 Persen untuk Siswa Luar Surabaya Jenjang SMA/SMK Dicabut, ini Penjelasannya

"Kami tengah merencanakan untuk membatasi siswa luar kota Surabaya 10 persen. Saya rasa ini kuota yang ideal," terang Saiful.

PPDB 2017: Kuota 1 Persen untuk Siswa Luar Surabaya Jenjang SMA/SMK Dicabut, ini Penjelasannya
surya/ahmad zaimul haq
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Saiful Rachman. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/SMK di Surabaya pada Mei 2017 berubah drastis.

Kuota 1 persen yang biasanya untuk siswa luar Surabaya bakal tidak berlaku

Dindik Jatim dipastikan akan mencabut tata aturan khusus pagu siswa luar kota tersebut.

Selama ini, semua siswa luar Surabaya hanya dibatasi 3 anak per sekolah.

Selama ini, pagu setiap SMA negeri rata-rata 300 kursi. SMK negeri lebih banyak karena hanya ada kuota 1 persen, maka pagunya sekitar 3 tadi.

"Kurang ideal kalau batasan siswa luar Surabaya 1 persen. Kami masih merumuskan kuota yang ideal," kata Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman, Senin (6/3/2017).

Meski demikian, dia sependapat jika siswa luar Surabaya harus dibatasi. Mengingat minat siswa sekitar Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik akan tinggi.

Begitu juga siswa luar dua kota itu, minat untuk sekolah SMA atau SMK di Surabaya akan tinggi.
Fasilitas dan sarana prasarana sekolah di Surabaya dinilai bagus.

Belum lagi, akreditasi sekolah dalam menentukan kelanjutan melanjutkan ke pendidikan tinggi melalui jalur SNMPTN (jalur undangan) juga menjadi pertimbangan.

Banyak sekolah di Surabaya yang jatah ke PTN lebih banyak.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved