Breaking News:

Berita Gresik

Destinasi Wisata di Gresik Butuh Investor, ini Kata Wabup M Qosim

Qosim menjelaskan potensi alam seperti seperti destinasi ekowisata mangrove ini merupakan wisata yang sangat bagus untuk menjual hasil laut.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Parmin
surya/mohammad Romadoni
Wabup Gresik Muhammad Qosim bersama jajaran saat beraktifitas sidak di hutan mangrove Desa Banyuurip Kecamatan Ujungpangkah Gresik . 

SURYA.co.id | GRESIK - Banyaknya potensi destinasi wisata baru di Kabupaten yang sampai saat ini belum dapat dikelola secara maksimal membuat Wakil Bupati Gresik, Muhammad Qosim turun tangan.

Dalam kesempatannya itu, Qosim bersama pejabat dari Pemkab Gresik meninjau langsung satu di antara potensi ekowisata mangrove yang berada di Desa Banyuurip Kecamatan Ujungpangkah Gresik kemarin lalu.

Qosim menjelaskan potensi alam seperti seperti destinasi ekowisata mangrove ini merupakan wisata yang sangat bagus untuk menjual hasil laut para nelayan yang ada di dermaga mangrove tersebut.

"Nantinya bisa dibangun pusat kuliner masakan laut hasil tangkapan nelayan sekitar. Jadi orang yang datang bisa menikmati pemandangan alam hutan mangrove sekaligus berwisata kuliner," terang Qosim saat mengadakan sidak di hutan mangrove kemarin silam.

Hutan mangrove seluas dua hektar ini selain menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah abrasi dari gelombang air laut juga dapat difungsikan sebagai tempat rekreasi alam yang sangat asri.

Adapun fasilitas di tempat itu sudah dibangun satu gajebo berukuran kurang lebih 2x3 meter dan jalur tangga kayu yang membentang hingga masuk ke dalam hutan.

"Memang belum bisa terkelola secara baik karena dana dari APBD juga terbatas. Tidak semua digelontorkan ke ekowisata mangrove," ungkapnya.

Saat ditanya, apakah pemerintah berencana akan mengundang investor yang mau mengelola desdinasi wisata di Gresik? Qosim menjawab itu bisa saja terjadi apabila pihak ketiga mau mengelola obyek wisata yang nantinya akan memakai sistem bagi hasil. Pihakya bakal menerima siapa saja yang ingin berinvestasi disektor wisata di Kota Pudak ini.

"Yang pasti prosesdur berjanjian sama pemerintah Kota Gresik dipenuhi. Ya, terkait sistem kepengelolaannya kepada pihak ketiga" tuturnya.

Menurut dia, rencanaya di dalam area mangrove akan segera dibangun gajebo yang bisa menampung 20-24 orang. Tak hanya itu, jembatan kayu juga akan dipugar dan di perluas lebih jauh hingga masuk ke dalam hutan mangrove.

Diharapkan adanya penambahan fasilitas tersebut, nantinya dapat membuat pengunjung ramai-ramai ke ekowisata mangrove dan menjadikam tempat ini sebagai destinasi wisata favorit mereka.

"Penambahan pohon dan fasilitas di ekowisata mangrove telah diterima Pemkab. Jadi prosesnnya nanti akan dikelola oleh pihak desa," ujarnya.

Untuk mewujudkan hal ini, nantinya pihak desa akan di dukung oleh Dinas Pariwisata dan sejumlah elemen dari organisasi Lembaga Lingkungan Hidup.

"Nanti untuk pihak desa bisa buat pengajuan bantuan benih pohon untuk mangrove bisa minta bantuan dari perusahaan yang ada di Gresik," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved