Berita Surabaya

Anggaran Untuk Pembebasan Makam Kurang, Akan Ditambah di PAK

Pemkot Surabaya telah menyiapkan anggaran Rp 23,5 miliar untuk memperluas lahan makam Keputih. Tapi dana itu dinilai masih kurang untuk bebaskan semua

Anggaran Untuk Pembebasan Makam Kurang, Akan Ditambah di PAK
surya/ahmad zaimul haq
(Arsip)Makam Keputih di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepala Dinas Pengelolaan Tanah dan Bangunan Kota Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu, menyebutkan bahwa Pemkot Surabaya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 120 miliar untuk pembebasan lahan dalam rangka perluasan makam Keputih. 

Meski begitu menurut Yayuk anggaran tersebut masih kurang untuk membebasakan lahan seluas 23,5 hektar.

Terlebih, nilai jual tanah di lokasi tersebut sudah semakin tinggi. Per meternya bisa mencapai lebih dari Rp 1,5 juta.

“Tapi ya tergantung nanti lokasinya, harganya bisa sekitar itu atau lebih untuk per meter perseginya,” ucap Yayuk.

Dengan anggaran yang sudah direncanakan, Yayuk menyebutkan bahwa angka itu hanya cukup untuk membebaskan sebidang tanah saja. 

Karenanya, kemungkinan di perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2017 anggaran itu akan ditambah agar bisa membebaskan lahan lebih banyak.

Masih dalam rangka perluasan lahan makam, pemerintah Kota Surabaya juga memiliki rencana untuk melakukan pengadaan lahan di Waru Gunung.

“Di sana ada set pemkot, BTKD. Di sana memang kita plotting untuk ruang terbuka hijau, tapi dilihat dulu nanti jadinya seperti apa. Tapi tahun ini masih fokus untuk Keputih,” kata Yayuk.

Sementara itu Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Chalid Bukhari mengatakan penambahan makam ini dibutuhkan untuk memudahkan warga yang membutuhkan lahan pemakanan.

Sebab di sejumlah titik, makam juga sudah penuh.

Selain di Keputih pemkot punya rencana memakai lahan di Waru Gunung.

“Tapi sekarang kita fokus dulu di Keputih untuk perluasan sampai 55 hektar,” kata Chalid.

Apabila perluasan lahan makam itu sudah terealisasi, maka ahli waris atau keluarga orang yang dimakamkan di sana hanya akan dibebani biaya retribusi Rp 170 ribu pertahun selama tiga tahun pertama. 

Setelah masa tiga tahun berakhir, akan ada masa perpanjangan. 

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved