Breaking News:

Berita Gresik

Menengok Desa Tanjangawan Ujungpangkah Penghasil Kepiting Ekspor, Sekali Panen 5 Kuintal Sehari

BEGITU MASUK Desa Tanjangawan akan terlihat hamparan puluhan hektar tambak di sisi kanan dan kiri jalan raya.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Parmin
surya/mohammad Romadoni
Kepala Desa Desa Tanjangawan, Muhaji menunjukkan kepiting hasil budidaya masyarakat. 

SURYA.co.id | GRESIK- Letak geografis Kabupaten Gresik yang sebagian besar wilayahnya berada dekat dengan perairan itu membuat Kota Pudak ini dikenal sebagai sentra penghasil sumber laut.

Tak hanya kekayaan alam laut yang melimpah ruah, Kota Wali ini dikenal pula sebagai daerah sentral penghasil kepiting kelas ekspor.

Menuju Desa Tanjangawan Kecamatan Ujungpangkah Gresik, yang berada di psisir utara berjarak sekitar 45 kilometer dari pusat kota itu merupakan desa terkenal sebagai lokasi budidaya kepiting.

Begitu masuk ke Desa Tanjangawan akan terlihat hamparan puluhan hektar tambak di sisi kanan dan kiri jalan raya.

Kepala Desa Desa Tanjangawan, Muhajir (45) mengakui sebagian besar masyarakatnya bekerja sebegai petani tambak.

Desanya telah dikenal sejak dulu sebagai penghasil kepiting kelas ekpor.

“Biasanya di ekspor ke Thailand dan Taiwan. Pokoknya ke seluruh Tiongkok,” terang Muhajir saat ditemui SURYA.co.id di kediamannya, Kamis (2/3/2017).

Dia menerangkan harga kepiting yang diekpor itu cukup mahal. Untuk satu kilo kepiting dihargai kurang lebih Rp 500.000.

“Biasanya satu kilo berisi tiga kepiting,” ungkapnya.

Menurutnya, rata-rata masyarakat kalau panen bisa 5 kuintal setiap harinya.

Selain untuk diekspor kepiting ini juga dipasarkan ke beberapa daerah seperti ke Gresik Kota, Surabaya, Pasuruan.

“Kalau sekarang untuk lokal satu kilo isi tiga kepiting seharga Rp 100 ribu,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved