Breaking News:

Citizen Reporter

Menjajal Kokohnya Rangka Motor Trail Kreasi Mahasiswa Mesin UM

doyan menjajal lintasan ganas untuk motor trail, Fakris Muslim paham risiko jika menunggangi motor yang jauh dari andal, maka inilah yang dilakukannya

Editor: Tri Hatma Ningsih
teguh dewangga/citizen eporter
Fakris dan dua dosen pemandunya 

Reportase Teguh Dewangga
Mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri Malang

SELAMA ini ajang lomba motor trail masih menjadi kegiatan favorit bagi beberapa orang. Baik itu sebagai hobi atau sebatas hiburan pelepas penat. Misalnya Fakris Muslim,  menggeluti bidang motor trail sembari menyelesaikan studinya di Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang.

Beragam rintangan dan terjalnya lintasan mengharuskan motor trail mampu menahan beban kendaraan dan pengemudinya. Namun, tak jarang ketika turun ke arena balap ia mendapati beberapa motor trail buatan pabrik memiliki rangka tak cukup kokoh untuk menahan beban tersebut.

“Selama ini rangka motor trail yang ada memiliki beberapa titik rawan. Titik itu bisa saja retak atau bahkan sampai patah, maka dari itu saya memutuskan membuat rangka motor trail yang lebih kokoh,” ungkap pemuda asal Kediri tersebut.

Komunitas yang diikuti Fakris memegang peranan penting dalam melihat permasalahan yang kerap dihinggapi beberapa pengemudi. Saat terjun ke medan laga, rangka yang putus bisa membahayakan keselamatan pengemudinya.

Jika asumsi beban terberat seorang pengemudi sebesar tujuh puluh kilogram, ia meyakini rangka motor yang ia rancang memiliki risiko patah yang jauh lebih kecil.

Kekuatan dan elastisitas menjadi syarat wajib dalam menentukan bahan rangka yang ia gunakan, begitu pula sambungan antarrangka harus benar-benar memperhitungkan beban saat terjadi tumbukan.

Mulai dari desain hingga perakitan, Fakris berada dalam bimbingan dua dosen mesin yang mumpuni di bidangnya, yaitu Solichin dan Heru Suryanto.

Bahkan rangka buatannya telah lulus uji hitung mekanik. Tak hanya itu, motor rakitannya juga telah diuji dan dinilai kokoh kala terjun langsung menghadapi rintangan di lintasan balap.

Fakris mengungkapkan, motor trailnya akan ia ikut sertakan dalam ajang pacu motor untuk mengukur sejauh mana performa produk rakitannya itu. Ia juga mempunyai keinginan memasarkan motor trail rakitannya itu dengan harga lebih terjangkau. Mengingat komunitas pecinta motor trail semakin hari semakin menjamur.

Ilmu dan capaian akademik dalam perguruan tinggi memang selayaknya dapat diimplementasikan di berbagai bidang, salah satunya adalah motor trail ini.

Agar mahasiswa memiliki andil besar dalam mendongkrak perubahan, karena sejatinya perguruan tinggi bukan saja sebagai ujung tombak akademisi tapi juga bagian dari lumbung inovasi.

Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved