Berita Surabaya

Bedah Buku Talent Mapping untuk Bekal Guru BK, Ini yang Dibahas

Dalam bukunya tersebut ia membahas bagaimana mengubah pola pikir seseorang terhadap apa yang dijalani.

Bedah Buku Talent Mapping untuk Bekal Guru BK, Ini yang Dibahas
surya/sulvi sofiana
Abah Rama Royani, penulis buku Talents Mapping saat berfoto bersama peserta seminar dan bedah buku Talents mapping di Gedung Wanita, Kamis (2/3/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemetaan kemampuan anak sangat dibutuhkan dalam mengarahkan anak pada minat dan bakatnya.

Guru Bimbingan Konseling juga memiliki peran cukup besar dalam mengarahkan siswa dalam mengenali kepribadian.

Untuk itu Dharma Wanita Kota Surabaya mengadakan seminar dan bedah buku Talents mapping, Kamis (2/3/2017).

Kegiatan yang diadakan di gedung Wanita jalan kalibokor ini dihadiri sekitar 400 guru BK SMP dan SD di Surabaya.

Abah Rama Royani, penulis buku Talents Mapping mengungkapkan guru BK dan orangtua harus mengenali bakatnya juga.

Hal ini dilakukan sebelum mereka mengarahkan siswanya untuk menentukan bakat dan minatnya.

“Komponen manusia untuk sukses ada tiga yaitu knowledge, attitude, dan skill. Ada satu hal yang sering dilupakan yaitu talent knowledge, attitude, dan skill sesungguhnya bisa diubah. Namun, talent tidak bisa diubah sehingga talent ini butuh diidentifikasi,” jelasnya usai memberikan tanda tangan pada bukunya untuk peserta seminar pada SURYA.co.id, Kamis (2/3/2017).

Abah Rama yang juga alumni Teknik Fisika ITB Bandung sekaligus Pencipta Personal Strength Statement, Strategi Based Team Building, Multimedia HR Mapping, Individual Job Fit Mapping dan 30 Strength Typology.

Ia mengungkapkan dalam bukunya tersebut ia membahas bagaimana mengubah pola pikir seseorang terhadap apa yang dijalani.

Jadi, bukannya terfokus pada kelemahannya tetapi lebih pada pengembangan kelebihan yang dimiliki.

“Saya ini tidak bisa jualan dan nggak bisa negosiasi juga. Memang kelemahan saya, tapi apa saya malu dan rugi. Tidak juga, saya bisa mengajar dan menukis itu yabg saya kembanfkan. Biarkan yabg menjual jadi kerjaan orang lain,” tegasnya.

Menurutnya sebanyak 80% manusia Indonesia bekerja dalam posisi asal kerja dengan motivasi gaji, bekerja sebagai kebutuhan hidup, dan tidak punya harapan karena mereka bekerja tidak sesuai dengan talentanya.

“Dalam menuju sukses ada cara sukses dan ada juga jalan sukses. Jika jalannya benar maka sukses akan diraih dengan cepat. Jika jalannya benar caranya salah dia akan tetap sampai tujuan tapi lambat. Tidak perlu belajar sesuatu yang merupakan kelemahan kita, kembangkan saja kelebihan yabg ada,” pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved