Berita Gresik

ABPD Gresik Dikhawatirkan Akan Mengalami Defisit Sebesar Rp 170 Miliar

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik mengkhawatirkan adanya ancaman defisit dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Gresik.

ABPD Gresik Dikhawatirkan Akan Mengalami Defisit Sebesar Rp 170 Miliar
surya/m taufik
ilustrasi DPRD Gresik 

SURYA.co.id | GRESIK - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik mengkhawatirkan adanya ancaman defisit dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Gresik 2017 yang sebesar antara Rp 100 miliar hingga Rp 170 miliar.

Menanggapi hal tersebut, DPRD mengaku telah mempersiapkan sejumlah langkah. Di antaranya adalah dengan mengevaluasi setiap anggaran dan pendapatan di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Gresik.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik Nur Qolib menjelaskan pihaknya meminta Pemkab Gresik untuk mewaspadai adanya defisit pada ABPD tahun ini.

”Dari prediksi awal prediksi defisit pada APBD diatas Rp 100 miliar. Namun hal itu bisa berubah tergantung dari banyaknya pendapatan yang tidak memenuhi target,” terang Nur Qolib, Kamis (3/2/2017).

Adapun potensi pendapatan Kota Pudak yang menjadi perhatian DPRD yakni Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BBHTB) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Pihaknya menyakini kedua sumber pendapatan itu merupakan menyumbang terbesar APBD Pemkab Gresik.

"Apabila kedua sumber pendapatan itu tidak memenuhi target, kemungkinan akan mengalami defisit pada tahun ini," ungkapnya.

Terpisah, Ketua Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gresik Tugas Husni, Syarwanto menjelaskan potensi adanya ancaman defisit pada APBD 2017 memang benar adanya. Itu bisa saja terjadi apabila anggaran dari pemerintahan pusat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Gresik mengalami penurunan.

"Belum pasti berapa, yang jelas sampai saat ini kami masih melakukan perhitungan," bebernya.

Dia menambahkan telah mempersiapkan langkah dan antisipasi terkait adanya ancaman defisit ini. Pasalnya, pihaknya sebelumnya telah belajar dari pengalaman di tahun kemarin lalu.

"Setidaknya, Kami telah mempersiapkan langkah antisipatif agar defisit tidak terjadi," pungkasnya.

Menurutnya, pihaknya akan mengontrol anggaran masing-masing SKPD dan mengevaluasi setiap bulannya. Disisi lain, pihaknya juga mengimbau agar SKPD tidak menggunakan dana untuk program yang bukan prioritas.

"Kami akan mengontrol dan memangkas adanya dana program yang tidak terlalu penting. Hal itu dilakukan untuk menutupi angka defisit jika terjadi pada ABPD 2017 ini," tandasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved