Rabu, 6 Mei 2026

Berita Surabaya

Jusuf Kalla : PKL dan Sopir Angkot Perlu Dibekali Sapu untuk Jaga Lingkungannya

Sampah bisa menjadi berbahaya bagi manusia, tapi kalau bisa mengatur sampah justru bisa menghasilkan manfaat.

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Titis Jati Permata
surya/fatimatuz zahroh
Wapres Jusuf Kalla saat peringatan Hari Sampah Nasional di Kota Surabaya, Selasa (28/2/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Dalam sambutannya dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Wakil Presiden Yusuf Kalla mengingatkan tentang pentingnya menjaga lingkungan dari banyaknya sampah yang dihasilkan sehari-hari.

Menurutnya, tidak mungkin meniadakan produksi sampah. Lantaran sampah sendiri adalah bagian dari kehidupan.

Akan tetapi bukan berarti manusia tidak bisa mengatur sampah yang mereka hasilkan. Paling tidak agar tidak menimbulkan bancana bagi manusia itu sendiri.

“Kita tahu peringatan hari peduli sampah sebenarnya adalah hari mengenang musibah. Tepatnya musibah longsornya sampah di TPA Leuwi Gajah Bandung yang menewaskan 157 jiwa tahun 2005,” ucap Jusuf Kalla, Selasa (28/2/2017), di Taman Suroboyo, Kenjeran.

Menurutnya sampah bisa menjadi berbahaya bagi manusia, tapi kalau bisa mengatur sampah justru bisa menghasilkan manfaat.

“Kalau dianggap sampah itu bahaya, ya, sampah bisa mendatangkan penyakit, bisa merusak lingkungan, dan menyebabkan bannjir,” katanya.

Tapi, sebaliknya, sampah juga bisa menjadi listrik, pupuk dan bahan-bahan daur ulang.

“Tadi saya disambut gadis-gadis cantik, dia pakai baju-baju dari sampah. Dia menari-nari, padahal susah pasti. Ya bolehlah. Itu tandanya kita juga masih bisa berkawan dengan sampah,” pujinya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, meski sudah cukup banyak aturan yang diterbitkan yang mengatur tentang persampahan, ada celah yang bisa dijadikan kepala daerah untuk bisa membuat aturan lagi.

Khususnya agar warga di seluruh kabupaten kota punya tanggung jawab untuk peduli lingkungan dan sampah.

“Semua PKL dibeli sapu saja. Satu PKL bertanggung jawab setiap 10 meter di sekitar mereka. Wali kota wajibkan saja mereka bawa sapu,” katanya.

Begitu juga dengan sopir angkot, mereka bisa juga dibawakan sapu untuk membersihkan wilayah dengan radius tertentu agar lingkungan terdekat mereka tetap bersih.

“Lalu restoran juga. Jadi kalau nggak ada tamu, masih sepi, bisa sambil menyapu area depan restorannya,” kata Jusuf Kalla.

Ia juga menyarankan agar kepala daerah untuk memberikan aturan pada warga, selokan yang ada di depan mereka adalah tanggung jawab mereka masing-masing.

“Jadi bisa saja disiapkan sekop. Jadi agar nggak banjir karena selokan di salah satu rumah ada yang terseumbat,” tambahnya.

Dengan upaya tersebut, maka warga akan terbiasa untuk tidak terlalu bergantung ke pasukan kuning. Yang selama ini sehari-harinya bekerja memunguti sampah.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved