Berita Surabaya

Terdakwa Pemalsu Pita Cukai Dituntut 3 Tahun dan Denda Rp 714 Miliar

Sanusi, orang Surabaya yang jadi terdakwa dalam dugaan pemalsuan pita cukai dituntut penjara 3 tahun dan denda Rp 714 miliar. Ini alasannya.

Terdakwa Pemalsu Pita Cukai Dituntut 3 Tahun dan Denda Rp 714 Miliar
Peruri
Ilustrasi Pita Cukai 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sanusi (43), warga Embong Malang, Kebangsren, Surabaya, dituntut hukuman penjara selama 3 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jatim di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, senin (27/2/2017).

Tuntutan ini diajukan dalam sidang dugaan pemalsuan hologram pita cukai

Selain dituntut hukuman badan, terdakwa Sanusi juga dituntut  membayar denda 10 kali lipat dari nilai potensi kerugian negara sebesar Rp 71,4 miiar atau sekitar Rp 714 miliar.

"Jika tidak dibayar, maka sesuai ketentuan akan diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan penjara," kata JPU, Bambang Djunaedi saat membacakan surat tuntutan di ruang Tirta.

Terdakwa dianggap terbukti bersalah melanggar pasal 55 huruf a UU RI Nomor 39/2007 tentang Cukai junc to pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Atas tuntutan itu, Sanusi yang tidak didampingi penasihat hukum akan mengajukan pembelaan. Di hadapan majelis hakim yang diketuai Unggul Warto Mukti SH, Sanusi meminta waktu satu minggu untuk menyusun pembelaannya.

"Sidang ditunda satu minggu," kata hakim Unggul.

Perkara pemalsuan hologram cukai diungkap Bea dan Cukai Wilayah Jatim. Saat itu petugas mendapatkan informasi jika di rumah terdakwa Sanusi ada kegiatan memalsu hologram pita cukai.

Berdasarkan berita acara Identifikasi Keaslian Pita Cukai Hasil Tembakau TA 2015 dan TA 2016Â Nomor : 23A/PNP-HLG/BA.IPC/XI/2016 tanggal 4 November 2016 yang ditandatangani oleh Slamet Azagaf selaku penguji anggota tim task force adalah bukan produk Konsorsium Perum atau palsu. Total potensi kerugian Negara mencapai Rp 7,1 miliar.

Setelah diselidiki, terdakwa mendapat order percetakan dari Aziz (DPO). Setiap mencetak hologram pita cukai, terdakwa mendapat keuntungan sebesar Rp 300.000 untuk setiap satu rim. 

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved