Berita Gresik

Perajin Batik Pamilunto Ceplokan Kian Kewalahan Kebanjiran Pesanan

Sejak dipatenkan oleh Pemkab Gresik, batik Pamiluto Ceplokan asli Gresik kian diminati banyak orang. Perajin pun kebanjiran pesanan.

Perajin Batik Pamilunto Ceplokan Kian Kewalahan Kebanjiran Pesanan
Surabaya.tribunnews.com/Mohammad Romadoni
Pekerja Citra Batik di Desa Sawo Kecematan Dukun Gresik, Lailatul Anisa (28) sedang membatik kain untuk membuat batik pamilunto ceplokan khas gresik. 

Awalnya, proses desain dan pencetakan pada kain putih, lalu dilanjutkan pada proses membatik.

"Jadi yang membedakan batik pamilunto dengan batik lainnya yakni proses pekerjaan mulai dari membatik, pewarnaan dan sampai memisahkan lilin dari kain semuanya dilakukan dua kali," ungkapnya.

Ibu dua anak ini menambahkan mempunyai 40 karyawan yang tersebar di tersebar di Desa Sawo, Bungah, Wonokerto, Lowayu. Biasanya, kain batik hasil para pekerja itu akan diambil setiap dua minggu untuk kemudian dikumpulkan ke rumah Batik Cerme milik H Ilham yang berada di Cerme Lor Gresik.

"Setiap bulannya rata-rata kami bisa membuat 20 kain batik pamilunto sepanjang 2, 30 meter," imbuhnya.

Menurut dia, para pekerja di rumahnya itu mulai membatik sekitar pukul jam 08.00-16.00 WIIB. Sesekali mereka lembur pada pukul 19.00-21.00 WIB.

"Bulan ini sudah masuk 100 kain batik pamilunto. Tapi baru memenuhi 20 kain, padahal pekerjanya sudah lembur," sesalnya.

Pihaknya mengaku kendala fasilitas yang minim membuat produksi batik pamilunto ceplokan tidak bisa optimal.

Mengerjaan batik mulai dari membatik hingga proses penjemuran kain hanya dilakukan di teras rumah yang berukuran 2x3 meter.

Selain itu, tempat untuk mewarnai kain batik hanya memakai modikasi papan kayu yang diberi karpet kedap air.

"Kalau merebus air untuk mencuci kain batik masih memakai panci kecil sederhana yang ada di dapur. Lalu, meja untuk mendesainkain hanya memakai meja dari kayu dan penerangan seadanya. Kalau aslinya meja buat desain terbuat dari kaca, tapi belum bosa beli," pungkasnya.

Pihaknya berharap ada dana bantuan Pemkab Gresik agar membantu pendanaan agar usaha Citra Batik yang sudah dirintis sejak 2005 ini dapat tumbuh semakin baik.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved