Berita Gresik

Perajin Batik Pamilunto Ceplokan Kian Kewalahan Kebanjiran Pesanan

Sejak dipatenkan oleh Pemkab Gresik, batik Pamiluto Ceplokan asli Gresik kian diminati banyak orang. Perajin pun kebanjiran pesanan.

Perajin Batik Pamilunto Ceplokan Kian Kewalahan Kebanjiran Pesanan
Surabaya.tribunnews.com/Mohammad Romadoni
Pekerja Citra Batik di Desa Sawo Kecematan Dukun Gresik, Lailatul Anisa (28) sedang membatik kain untuk membuat batik pamilunto ceplokan khas gresik. 

SURYA.co.id | GRESIk -  Corak mencolok didominasi warna biru pada batik Pamilunto Ceplokan khas Gresik bakal membuat siapa saja terpana saat melihatnnya.

Desain apik bermotif ikon Kota Pudak yang terpampang jelas pada setiap detail batik itu akan membuat pemakainya marasa bangga terhadap beraneka ragam budaya yang ada di Kota Wali ini.

Di balik keindahan batik tersebut ada sosok perajin yang berasal dari Desa Sawo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik

Tepatnya. di rumah sederhana milik pasangan suami istri (Pasutri) Prioyono (36) dan Afifatin (30) warga Desa Sawo RT13/RW07.

"Sejak 2013, Kami mengerjakan desain batik pamilunto ceplokan dari Bapak Bupati Gresik H Sambari Halim Radianto. Sampai saat hak paten batik pamiluto ceplokan diresmikan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI tanggal 31 Januari 2017," terang Afifatin saat dijumpai SURYA di kediamannya, Minggu (26/2/2017).

Saat itu, di teras halaman rumah milik Afifatin terlihat dua pekerja bernama Lailatul Anisa (28) dan Arista (24) sedang membatik sehelai kain berwarna putih untuk membuat batik pamilunto ceplokan.

Tangan kedua wanita itu begitu piawai menggoreskan canting pada setiap motif yang ada di kain tersebut.

Sesekali mereka meniup ujung canting agar lilin batik yang telah kering tidak menutupi lubang dari canting.

Afifatin menjelaskan proses pembuatan batik tulis pamilunto ceplokan membutuhkan waktu selama dua minggu.

Untuk memproduksi kain batik sepanjang 2, 30 meter saja dibutuhkan proses yang cukup panjang.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved