Berita Madiun

Ketua FPDIP Klaim Anggotanya Tidak Pernah Terima THR dari Wali Kota Madiun

Memang ada pemberian THR dari Bambang Irianto, namun tidak semua anggota dewan menerima, termasuk dirinya.

Ketua FPDIP Klaim Anggotanya Tidak Pernah Terima THR dari Wali Kota Madiun
surya/rahadian bagus
Ketua FPDIP Andi Raya usai diperiksa KPK, Sabtu (25/2/2017) siang. 

SURYA.co.id | MADIUN - Ketua Fraksi PDIP di DPRD Kota Madiun Andi Raya Bagus Miko mengklaim anggota dewan dari PDIP tidak pernah menerima uang dalam bentuk tunjangan hari raya (THR) dan bingkisan tahun baru dari Wali Kota Madiun, Bambang Irianto.

Ia mengatakan memang ada pemberian THR dari Bambang Irianto, namun tidak semua anggota dewan menerima, termasuk dirinya.

"Kalau nyebutnya THR ada, tapi nggak semua dapat. Setahu saya dari pribadi pak Bambang. Tapi kalau PDIP Insyallah tidak pernah," kata Andi, Sabtu (25/2/2017) usai diperiksa KPK di Gedung Bharamakota, Kota Madiun.

Menurutnya, pemberian THR dari wali kota kepada anggota dewan merupakan sesuatu yang wajar, selama uang yang diberikan bukan dari hasil kejahatan.

"Menurut saya itu normatif, kalau itu pemberian kepala daerah ke mitra kerja (dewan) saya nilai itu normatif. Nggak ada yang salah dari aspek hukum. Tapi mungkin uang yang diberikan itu dari hasil apa itu yang saya yang tidak tahu," katanya.

Meski demikian, demi menjaga nama baik dan kredibilitas DPRD di depan warga Kota Madiun, ia mengimbau kepada anggota dewan yang menerima agar segera mengembalikan.

Apalagi uang THR yang diterima sejumlah dewan diduga terkait kasus TPPU yang menjerat Bambang Irianto.

"Harapan saya teman teman yang menerima , demu menjaga kredibilitas DPRD ya kembalikan lah sesuai nominal yang diterima dan katakan yang sebenarnya," katanya.

Ketika ditanya apakah sejumlah dewan yang menerima uang THR perlu diberikan sanksi, ia mengaku belum tahu.
Sebab, sejumlah dewan yang menerima uang, tidak mengetahui asal atau dari mana uang milik Bambang Irianto itu diperoleh.

"Sanksi saya belum tahu. Kebetulan ketua BK-nya adiknya beliau. Tapi kalau kita ngomong sanski , salahnya di mana. Sebab dasarnya mereka tidak tahu uang itu berasal dari mana. Kalau tidak ada deal-deal khusus ya tidak salah," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved