Berita Surabaya

Ini Alasan Mengapa PD Pasar Lambat Memperbaiki Pasar di Surabaya

Terkait lambatnya PD Pasar dalam Melakukan revitalisasi pasar tradisonal, Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Surabaya Khalid turut angkat bicara.

Ini Alasan Mengapa PD Pasar Lambat Memperbaiki Pasar di Surabaya
surya/rorry nurmawati
Kondisi Pasar Tunjungan yang mengenaskan, menunggu revitalisasi yang belum ada kejelasan dari pihak PD Pasar Surya Surabaya, Sabtu (21/1/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Terkait lambatnya PD Pasar dalam Melakukan revitalisasi pasar tradisonal, Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Surabaya Khalid turut angkat bicara.

Ia menjelaskan, memang ada beberapa faktor yang menyebabkan PD Pasar Surya tidak beres dalam menjalankan revitalisasi pasar seperti yang diamanatkan oleh pemkot Surabaya.

Salah satunya satunya adalah gagal lelang.

“Tahun kemarin itu memang ada anggaran Rp 10 miliar. Yang terpakai hanya Rp 6 miliar. Kenapa kok masih banyak, karena ada revitalisasi pasar yang terhenti, karena proyek yang nggak laku atau gagal lelang. Yaitu di Pasar Pucang,” kata Khalid saat dikonfiirmasi Surya.

Anggaran Rp 10 miliar tersebut dialokasikan pemkot di PD Pasar Surabaya untuk membenahi pasar Keputran, Tembok Dukuh, Pasar Kembang dan Pasar Pucang.

Lebih lanjut, lantaran masih ada dana yang ngendon, anggaran sisa tahun lalu akan diakumulasikan untuk pembangunan pasar tahun ini.

“Tahun ini ada anggaran Rp 9 miliar. Jadi kami akulumasikan untuk memaksimalkan untuk revitaliasi pasar yang jadi prioritas tersebut,” ujar Khalid.

Senada dengan yang sebelumnya disampaikan wali kota Surabaya, Tri Rismaharini, Khalid mengatakan, saat ini pemkot memaksimalkan untuk pendataan pasar-pasar yang memang punya kondisi memprihatikan.

Revitalisasi pasar ini akan dikebut lantaran dianggap sebagai fasilitas pelayanan publik yang tidak bisa disepelekan dan sifatnya segera.

“Seperti yang disampaikan Ibu (Risma), perbaikan pasar ini jadi agenda prioritas karena memang kebutuhan warga masyarakat. Kalau pasarnya kumuh siapa yang mau datang. Padahal pasar itu adalah pusatnya geliat ekonomi masyarakat,” pungkas Khalid.

Sementara itu Humas PD Pasar Surya Novy Ispinari menolak berkomentar untuk kritikan dari wali kota.

“Maaf saya belum berani berkomentar,” katanya singkat lewat pesan WhatsApp.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved