Breaking News:

Berita Kampus Surabaya

Dosen sedang Menempuh Pendidikan Tak Boleh Terima Dana Riset, ini Penjelasannya

“Ini khusus dosen yang pendidikannya merupakan pembiayaan Kemenristekdikti karena jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI."

surya/ Magdalena Fransilia
Dr dr Sukadiono Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (tengah)dalam sebuah acara. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menerapkan aturan baru bagi penerima dana riset 2017.

Yaitu penerima dana tersebut bukanlah dosen yang sedang menempuh pendidikan.

Hal ini diungkapkan Prof Oky Karna Radjasa PhD Direktur Riset dan Pengabdian Kemenristekdikti usai pembukaan "Research Week", di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Rabu (22/2/2017).

“Ini khusus dosen yang pendidikannya merupakan pembiayaan Kemenristekdikti karena jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI," tegasnya.

Dikatakannya, BPK beranggapan dana riset bagi dosen yang menempuh pendidikan akan sulit diaplikasikan.

Sebab dari sisi waktu dan pemikiran sulit bagi dosen tugas belajar untuk bisa melakukan penelitian dalam waktu bersamaan.

"Yang diperbolehkan (terima dana riset) adalah dosen tugas belajar yang menerima dana hibah untuk disertasi doktor besarnya Rp50 juta. Kalau untuk mendukung disertasi tugas belajarnya tidak apa-apa, meskipun sama-sama dari uang negara," ujarnya.

Risiko pengembalian dana hingga ranah hukum jika ditemukan pelanggaran, membuat Kemenristekdikti mulai menyosialisasikannya ke perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia.

Terutama melalui masing-masing kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM).

"Memang ada dosen yang selama ini menjadikan penelitian sebagai sumber lain pendapatan. Terlebih sistem pelaporan penggunaan anggaran penelitian mulai tahun 2017 ini tidak seketat tahun-tahun sebelumnya," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved