Berita Madiun

BREAKING NEWS - KPK Sita Kantor DPC Partai Demokrat Madiun Terkait Kasus Bambang Irianto

Penyidik KPK juga menyita Kantor DPC Partai Demokrat Kota Madiun, dan memasang papan penyitaan.

BREAKING NEWS - KPK Sita Kantor DPC Partai Demokrat Madiun Terkait Kasus Bambang Irianto
surya/rahadian bagus
KPK menyita Kantor DPC Partai Demokrat di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Rabu (22/2/2017) siang. 

SURYA.co.id | MADIUN - Selain menyita kebun seluas sekitar 3200 meter persegi, penyidik KPK juga menyita Kantor DPC Partai Demokrat di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Rabu (22/2/2017) siang.

Sama seperti di lokasi penyitaan sebelumnya, KPK juga memasang papan penyitaan bertuliskan "Tanah dan bangunan ini telah disita dalam perkara tindak pidana pencucian uang dengan tersangka Bambang Irianto"

Pantauan di lokasi, dalam giat penyitaan siang itu Tim Penyidik KPK membagi tim menjadi dua.

Ada dua mobil pikap bernomor polisi AE 8547 FA dan AG 8187 YD yang disewa KPK untuk membawa plang atau papan penyitaan.

Sebelumnya, tim penyidik KPK menyegel sejumlah aset milik Wali Kota Bambang Irianto, Rabu (22/2/2017).

Pantauan di lokasi, penyegelan pertama dilakukan di sebuah kebun pepaya di Jalan Tanjung Raya, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, tepatnya di depan SDN Manisrejo 1 Kota Madiun.

Di kebun milik Bambang Irianto ini ditanami puluhan pepaya jenis california. Selain itu, terdapat kolam lele dan juga kandang ayam.

Supriyanto (38) pengelola kebun mengatakan sudah dua tahun diminta Bambang Irianto untuk memanfaatkan kebun yang sebelumnya dipenuhi semak belukar.

"Dulunya ini semak-semak, lalu saya diminta untuk merawatnya," kata ayah dua anak ini saat ditemui di lokasi.

Kebun pepaya yang diaita atau disegel oleh KPK ini memiliki luas sekitar 3200 meter persegi.

Pantauan di lokasi, petugas KPK memasang dua plang atau papan tanda bahwa lahan itu telah disita KPK. Plang atau papan berwarna putih itu bertuliskan :

"Surat Perintah Penyitaan nomor : Sprin.Sita - 12/01/02/2017 tanggal 01 Februari 2017. Tanah dan bangunan ini telah disita dalam perkara tindak pidana pencucian uang dengan tersangka Bambang Irianto"

Diberitakan sebelumnya, selain ditetapkan sebagai tersangka korupsi dan gratifikasi, KPK juga telah menetapkan orang nomor satu di Kota Madiun ini sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved