Berita Madiun

KPK Sita Uang dari Rekening Wali Kota Madiun Bambang Irianto

KPK menyita uang di beberapa rekening bank yang diduga hasil suap yang diterima walikota Madiun, Bambang Irianto. berapa besarnya?

KPK Sita Uang dari Rekening Wali Kota Madiun Bambang Irianto
rahadian bagus
Wali Kota Madiun, Bambang Irianto 

SURYA.co.id|MADIUN - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil 18 saksi terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka Wali Kota Bambang Irianto, Senin (20/2/2017) siang.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menuturkan selain pemeriksaan sejumlah saksi, siang itu penyidik juga melakukan penyitaan uang di beberapa rekening bank.

"Hari ini penyidik menyita uang tersangka di beberapa rekening, yaitu, Bank BTPN, Bank Jatim dan Bank BTN," kata Febri, saat dihubungi Senin (20/2/2017) malam.

Dikatakan Febri, rekening tersebut telah diblokir sebelumnya dan hari ini dilakukan penyitaan dengan cara mentransfer uang tersebut ke rekening penampungan KPK.

Mengenai jumlah uang di rekening milik Bambang Irianto yang disita, Febri belum bisa menyebutkan secara pasti.

"Penyidik masih menghitung dan mengkompilasi jumlah uang di beberapa rekening tersebut. Totalnya akan diupdate kembali," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Tersangka kasus gratifikasi Wali Kota Madiun, Bambang Irianto, diduga telah menerima suap sekitar Rp 50 miliar. Uang suap tersebut berasal dari SKPD dan pengusaha, terkait proyek, honor, perizinan dan sumber tidak sah lainnya.

"Terkait dengan penyidikan kasus gratifikasi, diduga BI telah menerima sekitar total Rp 50 M dari sejumlah SKPD dan pengusaha, terkait proyek, honor, perizinan dan sumber tidak sah lainnya," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dihubungi, Senin (20/2/2017).

Febri menuturkan, uang suap yang didapat oleh Bambang Irianto diduga dikelola sendiri. Uang hasil suap disimpan di bank, baik atas nama orang lain, keluarga, nama sendiri atau korporasi.

Selain itu, uang hasil suap juga diubah bentuknya menjadi berbagai aset berharga. Di antaranya, kendaraan, tanah, uang tunai, emas batangan, dan saham.

"Dana tersebut diduga dikelola sendiri, yang sebagian ditempatkan dan diubah bentuknya menjadi kendaraan, tanah, uang tunai, emas batangan, saham dan penyimpanan uang lainnya yang di bank, baik atas nama orang lain, keluarga, nama sendiri atau korporasi," katanya. 

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved