Citizen Reporter
Jika Guru Diberi Kesempatan Curhat, Jadilah Buku Berbagi Pengalaman Mengajar
tak banyak yang mahfum dengan kisah guru di daerah pinggiran .. padahal kisah mereka begitu menarik sekaligus mengenaskan .. inilah curhat mereka..
Reportase Eko Prasetyo
Pegiat literasi/penulis/alumnus S2 Ilmu Komunikasi Unitomo Surabaya
PERKEMBANGAN ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini semakin maju dan tak terelakkan. Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan profesionalisme guru. Berbagai upaya dilakukan, di antaranya uji kompetensi guru (UKG).
Di sisi lain, penumbuhan budaya literasi menulis di kalangan pendidik juga terus dilakukan. Keterampilan menulis mutlak dikuasai guru. Hal ini bertujuan untuk menunjang kompetensi pembelajaran serta menebar inspirasi kepada anak didik sebagai generasi penerus bangsa.
Hal itulah yang menjadi topik utama dalam bincang buku yang dihelat komunitas Griya Literasi Sidoarjo, pada Senin (13/2/2017). Buku yang dikupas adalah Berbagi Pengalaman Mengajar karya guru-guru anggota Ikatan Guru Indonesia Cabang Bojonegoro.
Tak sedikit kisah menakjubkan yang menceritakan pengalaman guru di sekolah pinggiran di Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya dituturkan oleh Joni Ajar Darmono, guru SMPN 1 Gondang. Ia mengatakan telah mengabdi 20 tahun di SMPN 1 Gondang yang terletak di lereng Gunung Pandan.
”Banyak teman saya seprofesi yang berkelakar kok betah 20 tahun mengabdi di sana. Mereka menyarankan saya untuk mutasi. Saya jawab dengan diplomatis dan kelakar pula, lalu siapa yang memajukan daerah pinggiran Bojonegoro kalau semua berebut mutasi ke kota,” terang guru IPS itu.
Banyak kisah sederhana tapi menyuguhkan inspirasi yang menggugah di buku ini. Rini Marina dari SMPN 2 Kalitidu ikut berbagi pengalaman. Ia mengaku tak pernah terbersit menjadi guru, apalagi dirinya merupakan lulusan diploma jurusan perikanan.
Ia terdorong menjadi guru untuk memajukan kawasan pinggiran Bojonegoro. Ia mengatakan, penanganan siswa-siswa bermasalah hendaknya dilakukan secara persuasif, bukan dengan cara keras dan mempermalukan mereka.
”Seorang guru mesti bijaksana dan tidak langsung menjustifikasi anak bermasalah. Penanaman pendidikan karakter yang baik harus dimulai dari keteladanan pendidik,” tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ilustrasi-curhat-guru_20170220_194009.jpg)