Berita Surabaya

Inovatif, Mahasiswa UK Petra Bikin Buku Teater yang Kaya Visual Grafis

Minimnya literatur seputar teater, membuat mahasiswa UK Petra ini terdorong menciptakan buku yang inovatif. Begini bentuknya...

Inovatif, Mahasiswa UK Petra Bikin Buku Teater yang Kaya Visual Grafis
pixabay
ilustrasi teater 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kurangnya literatur untuk teater membuat mahasiswa Universitas Kristen Petra,Marsetio Hariadi membuat visual grafis dalam buku.

Buku ini ia buat sebagai tugas akhir sekaligus sebagai bentuk dedikasinya pada dunia teater yang memang ia gemari.

Tio, panggilan akrab Marsetio Hariadi memutuskan membuat “Perancangan Buku Visual Grafis Pengetahuan Dasar Teater Dan Latihan Keaktoran Untuk Remaja” sebagai judul tugasnya tersebut.

“Saya jarang menemukan buku mengenai teater yang online atau di toko buku, adanya di perpustakaan itu bukunya juga sudah menguning,”ungkap pria yang akan mengikuti Wisuda Universitas Kristen Petra ke–71 Jumat (24/2/2017).

Target pembaca dalam buku ini adalah remaja peminat teater dengan usia sekitar 15-25 tahun.

Buku setebal 95 halaman ini sangat menarik untuk dibaca karena menggunakan visual grafis dengan mengikuti tren desain terkini seperti flat design, warna bright pastel, grid layout yang rapi, font yang modern dan ilustrasi yang playful seperti doddle.

“Saya sengaja menggunakan warna-warna yang terang dan menarik serta cerah sehingga memberikan kesan rapi, ringan, mudah dibaca. Terdapat juga selipan dari para sastrawan Indonesia seperti Widji Thukul atau WS Rendra,” tambah pria yang aktif dalam Forum Teater Kampus se-Surabaya (Forteka) itu.

Mengurangi teks dalam buku, menurutnya identik mengurangi asupan nilainya. Tapi dirinya ingin tetap memasukkan esensi nilai buku melalui berbagai visualnya.

Apalagi generasi saat ini sudah jenuh dengan buku yang penuh teks. Sehingga penyajian visual diharapkan bisa mewakilinya.

“Saya juga mengisi buku ini dengan berbagai renungan dan instropeksi untuk dibaca peminat teater yang ingin mempelajari teater. Karena teater adalah media penyadaran,”lanjutnya.

Alih-alih memakai beragam jenis deskripsi teater, Tio memilih materi dasar teater dan latihan keaktoran yang menjadi refleksi beragam pengembangan teater.

Peraih IPK 3,29 ini menambahkan dalam bukunya ini materi dasar mengenai teater disampaikan secara eye catching seperti tata suara, tata rias dan lain-lain.
“Harapannya buku ini bisa kekinian dan bisa masuk Gramedia juga,” lanjutnya.

Menurutnya masih banyak kekurangan dari perangkuman dari isi buku yang ia buat. Sebab, delapan buku literatur dasar untuk teater belum sepenuhnya ia sampaikan dalam buku ini.

“Saya membawa teori dan ilmu, tidak boleh hanya berdasarkan pengalaman saya sendiri. Sama seperti membuat buku matematika,” pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved