Hukum Kriminal Surabaya

Belum Bayar Kos dan Kuliah, Mahasiswa ini Nekat Jambret Dompet Wanita, Ini Akibatnya

MAHASISWA SEMESTER II Perguruan Tinggi swasta di Surabaya Selatan ini diringkus petugas Unit Reskrim Polsek Wonocolo setelah menjambret domet Nita.

Belum  Bayar Kos dan Kuliah, Mahasiswa ini Nekat Jambret Dompet Wanita, Ini Akibatnya
surya/fatkhul alami
Polisi memperlihatkan mahasiswa diduga pelaku jambret (menutup muka) di Mapolsek Wonocolo, Senin (20/2/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dandi Haprianto (21), asal Jl Bogangin Baru Surabaya harus tinggal di sel tahanan Polsek Wonocolo Surabaya.

Mahasiswa semester dua Perguruan Tinggi (PT) swasta di Surabaya Selatan ini diringkus petugas Unit Reskrim Polsek Wonocolo setelah menjambret domet milik Nita Aprilia, warga Jl Siwalankerto Timur.

Pertistiwa ini bermula saat korban naik motor di Jl Siwalakerto depan Apartemen Santar Point Surabaya.

Saat itu, korban bersama anaknya naik motor melintas di Jl Raya Siwalankerto atau depan kampus UK Petra membawa dompet diletakan di laci bawah kemudi motor.

Saat bersamaan, pelaku dengan mengendarai Yamaha Force 1 W 2614 WD berpapasan dengan korban langsung putar balik dan membuntuti korban.

Begitu sampai di depan Apartemen Santar Point, pelaku menyalip sekaligus menyikat dompet milik korban dan setelah itu kabur ke arah Jl Kutisari.

Usai dijambret, bukannya pelaku takut. Korban pun tancap gas dan mengejar pelaku sambil teriak "maling-malaing."

Teriakan itu mengundang perhatian warga lalu ikut mengejar pelaku.

Upaya itu membuahkan hasil, karena pelaku menyerah setelah jatuh dari motornya akibat ditabrak warga.

Setelah pelaku ditangkap, warga melaporkan peristiwa ini ke Mapolsek Wonocolo.

"Pelaku diamankan di lokasi kejadian usai menjambret. Kami bisa meredam amarah warga sehingga pelaku tidak dihakimi massa yang sempat emosi," sebut Kapolsek Wonocolo Kompol Rusman, Senin (20/2/2017).

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sepeda motor Yamaha Force 1 W 2614 WD milik pelaku dan dompet korban berisi uang ratusan ribu.

Dari pemeriksaan yang sudah dilakukan, kata Rusman, pelaku mengaku baru sekali melakukan penjambretan karena sedang butuh uang.

Pelaku Dandi menatakan, dirinya terpaksa melakukan penjambretan supaya bisa mendapatkan uang untuk keperluan hidup dan bayar kuliah karena dirinya tidak lagi tinggal di rumah orangtuannya.

"Saya tidak punya uang untuk hidup di tempat kos. SPP untuk kuliah juga belum saya bayar," tutur Dandi.

Akibat ulahnya, Dandi terancam hukuman pidana lima tahun penjara. Dia dijerat Pasal 362 KUHP oleh penyidik Polsek Wonocolo.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved