Piala Presiden 2017
Tersingkir dari Piala Presiden, Pelatih Perseru Serui Tetap Mengaku Puas
Pelatih Perseru Serui, Yusak Sutanto mengaku tetap puas kendati timnya kalah dan harus tersingkir dari turnamen Piala Presiden 2017. Ini katanya...
Penulis: Dya Ayu | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | PAMEKASAN - Meski kalah melawan Madura United dengan skor 3-2, Pelatih Perseru Serui Yusak Sutanto mengaku sudah sangat puas melihat tim asuhannya berlaga.
Menurut Yusak tim asuhannya telah memperlihatkan performa tim sesuai harapannya meski saat ini mereka harus gagal di fase grup 5 Piala Presiden 2017.
"Secara bermain saya sudah puas sekali, akurasinya baik, karakter mereka sudah terlihat, passing mereka juga sangat baik. Mengenai gol yang tercipta lawan itu kesalahan kami sendiri. Harusnya backpass namun pemain lamban," ujar Yusak Sutanto, Selasa (14/2/2017) malam.
Yusak menuturkan bahwa yang membuatnya kecewa ialah dua pemain asing yang dimiliki Serui, yakni Ballo Balif dan Jafad Moradi.
Menurut mantan pelatih Deltras Sidoarjo ini, kedua pemain asingnya tersebut tampil tidak sesuai yang dia inginkan terutama di bagian penyelesaian akhir.
"Kedua pemain asing kami bermain kurang baik. Makanya kami ganti tadi. Untuk ini nanti saya akan memberikan penilaian pada manajemen soal penampilan mereka, karena jujur saya tidak puas," tegasnya.
Saat ini Perseru memiliki tiga pemain yakni Ballo Balif, Jafad Moradi dan Nke Guy Junior. Namun dari ketiganya Yusak nampak lebih condong untuk memilih Junior yang merupakan mantan pemain Madura United.
"Junior mainnya bagus, yang dua ini kurang," terangnya.
Dengan kekalahan ini, Serui harus mengubur dalam-dalam impian mereka lolos fase berikutnya di Grup 5.
Melihat hal ini, Yusak mengaku tidak menjadikan hal tersebut masalah karena pada dasarnya Serui menggunakan turnamen ini sebagai seleksi pemain.
"Kami menganggap turnamen ini sebagai seleksi pemain kami dan saat ini kami mulai menemukan karakter serta pemain baru yang dipilih," pungkasnya.