Berita Surabaya

Nyaru Jadi Pengamen, Ternyata Pria ini Adalah

Pria di Surabaya ini selalu berpura-pura sebagai pengamen. Padahal itu cuma modus saja, sebenarnya yang dia cari adalah...

Nyaru Jadi Pengamen, Ternyata Pria ini Adalah
surabaya.tribunnews.com/Fatkhul Alami
Alfa Dio Pratama menunjukan sangar burung yang dicuri dari rumah korban di Jl Kedungmangu Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Alfa Dio Pratama (24) harus menginap di sel tahanan Polsek Kenjeran Surabaya. Pemuda asal Jl Tenggumung Karya Surabaya ini ditangkap Unit Reskrim Polsek Kenjeran setelah terpergok mencuri burung jenis love bird.

Tersangka Alfa yang beraksi bersama temannya berinisial FR dan kini masih buron, mencuri burung lovebird milik Adam Susanto (38), asal Jl Kedungmangu Surabaya.
Pencurian tersebut dilakukan, setelah kedua tersangka lebih dulu berkeliling mencari sasaran di kawasan Kenjeran. Rumah incarannya adalah yang memiliki burung lovebird dan suasananya sepi.

"Tersangka ini berpura-pura mengamen sebelum beraksi. Setelah lama tidak ada orang yang keluar rumah, satu tersangka Alfa langsung melompat pagar rumah dan mencuri burung. Sementara tersangka FR berada di atas motor untuk mengawasi situasi," sebut Kanit Reskrim Polsek Kenjeran AKP Yudho Hariyanto, Selasa (14/2/2017).

Setelah mengambil burung, tersangka Afla bergegas keluar dan melompat pagar rumah pemilik burung.

Apes baginya, saat melompat, sangkar burung terjatuh dan menimbulkan suara yang terdengar oleh pemilik burung.

"Tersangka tertangkap setelah diteriaki maling dan sempat dipukuli warga. Tapi, anggota kami bisa meredam kemarahan warga dan mengamankan tersangka. Sedangkan temannya kabur dengan motornya," terang Yudho.

Alfa di hadapan polisi mengaku, pencurian yang dilakukakan ini bukan aksi yang pertama. Dia sudah melakukan pencurian burung sebanyak dua kali. Alasan mencuri, karena tidak memiliki uang untuk kebutuhan sehari-hari.

"Hasil mengamen kan tidak cukup, ya terpaksa mencuri. Biasanya burung hasil curian di jual laku Rp 200 ribu," tutur Alfa.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved