Berita Banyuwangi

Entaskan Pengangguran, SMK di Banyuwangi Latih Pemuda Desa

Selain mendapat keterampilan dan pengetahuan tambahan, mereka bisa langsung mempraktekkannya di sekolah.

Entaskan Pengangguran, SMK di Banyuwangi Latih Pemuda Desa
Suasana pelatihan perbengkelan yang digelar di SMK Muhammadiyah 2, Genteng, Banyuwangi. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Banyuwangi menjadikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sebagai jembatan antara dunia kelas dan dunia kerja.

SMK menjadi salah satu upaya untuk mengentaskan pengangguran. Pemuda desa diberikan pelatihan dan dimonitoring agar produktif dan menghasilkan.

Seperti yang terlihat di SMK Muhammadiyah 2, Genteng, Banyuwangi, memberikan pelatihan perbengkelan terhadap 108 pemuda desa selama lima hari.

"Di Banyuwangi selama setahun ada 600 lebih pelatihan yang digelar SKPD. Agar tidak hanya terserap angarannya saja, pelatihan harus terukur," kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, saat meninjau pelatihan, Selasa (14/2/2017).

Anas mengatakan Pemkab telah melakukan evaluasi. Untuk efektivitas, tiap SKPD di Banyuwangi, seperti Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Pendidikan (Dindik), Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan (Disperindagtam), Dinas UMKM, dan lainnya harus bersinergi dengan mengandeng SMK.

Seperti pelatihan perbengkelan, leading sectornya adalah Dispora, namun bersinergi dengan SKPD lainnya agar efektif usai pelatihan digelar.

Lokasi yang dipilih pun SMK yang terkenal dengan jurusan perbengkelan.

"Jadi ada tindak lanjutnya. Sasarannya pun jelas," kata Anas.

Di pelatihan ini, diikuti oleh pemuda-pemuda desa dari Kecamatan Glabah, Kabat, Licin, dan beberapa kecamatan lainnya, yang memiliki tingkat pengangguran tinggi.

SMK dioptimalkan, karena selain memiliki tenaga ahli, juga terdapat fasilitas yang memadai.

Halaman
123
Penulis: Haorrahman
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved