Berita Mojokerto

Pengacara Perempuan Autis Korban Perkosaan di Mojokerto Surati Kejari, ini Isinya

Para pemerkosa Siti Maria Ulfa, perempuan autis di Kabupaten Mojokerto, akan disidang dalam waktu dekat. Sebelum itu, pengacara korban surati Jaksa...

Pengacara Perempuan Autis Korban Perkosaan di Mojokerto Surati Kejari, ini Isinya
Surabaya.tribunnews.com/Sudharma Adi
Penasehat hukum SMU, Edi Yusef (kanan) saat bersama SMU dan ibunya yang menggendong bayi hasil pemerkosaan pelaku. 

"Sebenarnya kami pernah menyurati kejari pada Agustus 2016 lalu namun tak ada tanggapan. Makanya, kami akan mengirim surat lagi ke kejari terkait penerapan pasal dengan hukuman lebih berat," ujarnya.

Sementara itu, terkait hal ini, Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Mojokerto, Oktario Hutapea menjelaskan, apa yang jaksa lakukan menuju persidangan nanti, adalah sesuai dengan berkas dakwaan yang dilimpahkan dari Polres Mojokerto.

"Kami bekerja sesuai dengan berkas yang dilimpahkan penyidik. Kami juga tak mau menambahi pasal dakwaan karena khawatir malah jadi sorotan 'permainan', kalau menambah pasal baru pada persidangan," katanya.

Yang pasti, dia menegaskan bahwa kejari sudah memberi atensi atas kasus dengan melanjutkan berkas dakwaan hingga tuntas di persidangan nanti. Dia juga menguraikan bahwa persidangan bakal digelar dalam waktu dekat.

"Saya kurang hafal jadwalnya, namun sidang tak lama lagi digelar," pungkasnya.

Sebelumnya, perempuan yang menderita keterbelakangan mental berinisial SMU (32), telah dicabuli oleh tiga pelaku hingga hamil dan melahirkan anak, namun kasus yang dialaminya masih mengambang.

Ibu korban, SR (61) mengaku, korban adalah anak asuhnya yang sudah dirawat sejak kecil. Ketika 2007 lalu, dia memilih kerja sebagai juru masak di Samarinda Kaltim sehingga karena tak ada yang merawat korban, SR menitipkannya ke panti asuhan.

Setelah itu, karena rumahnya tak ada yang menempati maka dia memilih mengontrakkan rumahnya. Apalagi, dua anaknya juga sudah besar dan punya rumah di luar Mojokerto.

Sejak 2015, rumah itu dikontrak pelaku, Shochib. Dia berencana tetap akan menitipkan Siti Maria Ulfa ke panti asuhan, namun oleh istri Shokib diminta untuk dirawat di rumah.

Setelah diasuh, korban lalu sering disuruh belanja ke pasar atau bantu membersihkan rumah. Ini lalu dimanfaatkan Shokib, dan tetangga rumah yakni Todjo Gasmono dan Achmad Sudjai untuk mencabuli dan menggauli korban hingga berkali-kali.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved