Profil
Kata Ajimardika Tentang Lembaga Sertifikasi Profesi : Jangan Dipersulit
Perempuan yang akrab disapa Dika ini mengaku sering sekali mendapati siswa magang yang masih kurang menguasai materi dunia kerja.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA - Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di lingkup SMK agaknya memancing komentar masyarakat luas. Baik orangtua, murid, bahkan mereka yang biasa bersinggungan langsung di dunia kerja.
Ajimardika, salah satunya. Junior Administrator Pertama PT Reska Multi Usaha (anak perusahaan KAI) ini mengaku sering membantu siswa SMK menjalankan tugasnya saat magang.
Perempuan yang akrab disapa Dika ini mengaku sering sekali mendapati siswa magang yang masih kurang menguasai materi dunia kerja.
"Ada beberapa yg diajari langsung oke, ada juga yang harus berulang. Lupa atau gimana jadi harus ngajari ulang sampai berhari-hari. Mungkin dengan LSP ini teman-teman semakin bisa menguasai materi," harapnya, Kamis (9/2/2017).
Dika yang juga alumnus SMK jurusan Manajemen Akutansi ini menuturkan sangat merasakan betul keuntungan menempuh pendidikan di SMK.
"Di SMK kita pasti diajari dasar-dasar. Apalagi SMK kan banyak jurusan yang bisa buat kita langsung siap kerja. Dulu cuma ujian praktek biasa, kalau sekarang ada Lembaga Sertifikasi Profesi tentunya kualitas juga semakin bagus," tambahnya.
Perempuan berambut panjang ini juga ikut berkomentar terkait syarat-syarat yang diberikan kepada sekolah, terkait berdirinya lembaga sertifikasi profesi di lungkungan mereka.
"Seharusnya ngga dipersulit ya. Kita tahu birokrasi di Indonesia cukup rumit. Kalau memang mau diberlakuakam LSP ini untuk standart ya sekolah juga harus terus dipacu supaya sesuai standart. Sehingga siswanya tidak ada yang dikecewakan," harapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-sosok-profil_20170210_154357.jpg)