Berita Pendidikan Surabaya

Pakar dari Belanda Paparkan Bahaya Virus dan Cara Pencegahannya di Siswa SMAN 16 Surabaya

MEREKA MENJELASKAN bahaya virus dan bagaimana mencegah agar tidak terjangkit.

Pakar dari Belanda Paparkan Bahaya Virus dan Cara Pencegahannya di Siswa SMAN 16 Surabaya
foto:surya/fatumatuz zahroh
Kifah Shoker Project Coordinator Virus Kenner Erasmus Medical Center Totterdam University sosialisasi tentang bahaya virus di SMAN 16 Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Erasmus Medical Center University of Rotterdam Belanda bertandang ke SMAN 16 Surabaya, Rabu (8/2/2017).

Mereka menyosialisasikan pengetahuan tentang virus di daerah tropis.

Para siswa Kelas X yang menjadi pererta penyuluhan menyimak penjelasan para praktisi kesehatan dan juga mahasiswa dari negara kincir angin itu.

Mereka menjelaskan bahaya virus dan bagaimana mencegah agar tidak terjangkit.

"Banyak virus yang ada di Indonesia, Afrika, Somalia. Kami datang ke sini agar anak-anak bisa tahu apa saja virus yang mengancam wilayah tinggal mereka, apa yang harus dilakukan untuk langkah preventif dan bagaimana menyembuhkan," kata Kifah Shoker Project Coordinator Virus Kenner Erasmus Medical Center Totterdam University Belanda.

Beberapa virus berbahaya yang banyak tersebar di Indonesia adalah virus influensa, virus demam berdarah, HIV/AIDS, zica, dan juga virus rabies.

Dalam sosialisasi ini para ahli virus ini ingin mengajarkan anak-anak sejak dini soal penyebaran virus.

Mereka diberi pengetahuan tantangan membuat proyek penelitian yang spesifik tentang virus.

"Mencegah virus sejatinya tidak susah. Paling mudah adalah selalu mencuci tangan dan menjaga kehieginitas makanan yang akan dimakan," ujar Kifah.

Selain itu juga menjaga kebersihan kamar mandi dan tidak memakan makanan yang kotor. Sebab penyebaran virus bisa lewat makanan yang dimakan dan juga lewat air.

"Kita sudah tiga tahun bekerja sama dengan SMAN 16 untuk program virus kenner ini. Kami berharap anak-anak yang imut dalam proyek ini bisa mengimbas pengetahuan mereka ke masyarakat," pungkasnya.

Output dari kegiatan ini para siswa diminta untuk membuat penelitian dalam kurun waktu tiga bulan. Bagi penelitian terbaik akan mendapatkan hadiah dari lembaga ini. (Fatimatuz zahro)

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved