Berita Pendidikan Surabaya
Guru Olahraga yang Dilaporkan Pukul Siswanya Itu Sudah 5 Tahun Mengajar
Tongkat sapunya itu hasil rampasan siswa yang bawa, dan pukulan itu juga bentuk teguran karena siswa berkata kotor.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA - Guru Olahraga SDN Dr Soetomo 1, SPH yang melakukan tindak kekerasan pada siswanya telah 5 tahun mengajar di sekolah tersebut.
Pihak sekolah selama ini juga tidak pernah melihat dan mendengar keluhan adanya kekerasan di sekolah.
Menurut Kepala SDN Dr Soetomo, Rusjati Kusuma, dirinya mengenal SPH sebagai guru yang tidak pernah membawa alat pukul saat mengajar.
Dikatakannya, tindakan yang diambil guru tidak tetap tersebut lantaran sikap bandel para siswanya.
“Tongkat sapunya itu hasil rampasan siswa yang bawa, dan pukulan itu juga bentuk teguran karena siswa berkata kotor,”jelasnya.
Pihak sekolah juga tidak membenarkan tindakan kekerasan. Apalagi sering dilakukan pemaparan tentang sekolah ramah anak.
Bentuk disiplin yang diterapkan SPH dilakukan dengan kekerasan, seperti memukul siswa yang telat atau yang senamnya tidak kompak.
“Bilangnya itu spontan saja, soalnya anaknya mengumpat, makanya dipukul, dijewer dan diperingatkan,” paparnya.
Menurutnya, pihak sekolah belum tahu sanksinya, tapi sudah menegur gurunya agar tidak mengulanginya.
Pihak orangtua juga sudah menandatangani surat keterangan bermaterai agar tidak ada tuntutan hukum pada guru.
“Diperiksa puskesmas itu juga cuma luka luar, tidak sampai trauma atau gegar otak,”pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-surabaya-dipukul-guru-olahraga_20170208_122846.jpg)