Breaking News:

Lifestyle

Arbaya Gelar Event Kedekatan Orangtua dan Anak, begini Bentuknya

"BENTUK PERHATIAN orangtua sekecil apapun khusunya dari ibu merupakan bentuk kepedulian yang luar biasa."

surya/ahmad zaimul haq
JALIN KEDEKATAN - Tumbuhkan keakraban antara anak dengan orangtua, Sanggar Arek Surabaya (Arbaya) menggelar make up competition & performing tradisional dance talent, Minggu (5/2/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tumbuhkan keakraban antara anak dengan ibu, Sanggar Arek Surabaya (Arbaya) menggelar make up competition & performing tradisional dance talent.

Event diadakan di atrium DTC Surabaya ini merupakan bentuk komunikasi antara anak dengan orangtua ketika akan pentas.

Selama ini, ketika anak akan tampil menarik atau pentas orangtua kerap kali memilih memberikan riasan kepada orang lain atau pelatihnya.

Padahal bila orangtua secara langsung bersentuhan dengan anak, secara tidak langsung akan terjalin komunikasi saling dukung diantara keduanya.

"Padahal bentuk perhatian orangtua sekecil apapun khusunya dari ibu merupakan bentuk kepedulian yang luar biasa. Banyak anak yang ingin persiapan pentasnya ditangani oleh ibunya. Tapi justru ibunya memilih salon atau pelatih untuk mengatasinya," kata Ketua Sanggar Arbaya Adelina Sulistyoningsih, Minggu (5/2/2017).

Sanggar yang dikelola secara gratis ini lanjut Adelina, diharapkan bisa melahirkan bibit-bobit unggul yang kreatif dan inovatif u tuk Surabaya.

Khususnya dalam pengembangan kesenian tradisional, sehingga budaya seni tidak luntur oleh jaman dan terus dilestarikan lewat generasi muda.

Kegiatan yang diikuti oleh 60 peserta ini dibagi menjadi dua kategori. Kategori pertama dengan riasan orangnya dan kategori kedua dilakukan seorang diri.

Untuk riasan sendiri, dilakukan oleh peserta Tari Pendet, sedangkan untuk enam tarian lainnya dilakukan oleh orangtua masing-masing.

Banyak peserta dan orangtua yang kesusahan dalam merias. Misalnya saja Ika Widya Astuti ini, ia kesulitan dalam merias putrinya yang akan menari Kutilang.

"Susah bikin alisnya, kalau sanggul tinggal tempel saja. Tapi kalau alis ini yang susah, kalau beda jadinya akan aneh," katanya kepada Surya.co.id, Minggu (5/2/2017).

Hal senada juga disampaikan oleh Artika Putri seorang peserta penari Pendet. Ia pun beberapa kali harus menghapus alis yang telah dibuatnya, lantaran tidak simetris.

"Susah sekali bikinnya. Apalagi ini baru pertama kali saya merias sendiri, karena biasanya dirias sama pelatih," katanya.

Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved