Berita Malang Raya

Ingin Main ke Gunung Banyak? Awas, Ada Tebing Longsor di Jalur Batu-Pujon

Kawasan Payung 2 atau jalur Batu-Pujon mengalami longsor tebing. Padahal lokasi itu umum dilewati para wisatawan. Begini imbauan BPBD.

Ingin Main ke Gunung Banyak? Awas, Ada Tebing Longsor di Jalur Batu-Pujon
Surabaya.tribunnews.com/Achmad Amru Muiz
Petugas membersihkan sisa-sisa longsoran tebing di jalur Batu-Pujon, Jumat (3/2/2017). 

SURYA.co.id | BATU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu kembali memperingatkan pengendara jalan jalur Batu-Pujon.

Ini setelah tebing jalan tepatnya di Payung 2 mengalami longsor akibat hujan yang turun sejak, Kamis (2/2/2017).

Padahal, lokasi ini adalah jalur yang umum dilewati para wisatawan yang hendak ke kawasan wisatawan seperti Gunung Banyak alias bukit paralayang dan Coban Rondo.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Ahmad Choirurrochim mengatakan, longsor yang terjadi kali ini merupakan titik baru dari tebing sepanjang jalan Batu - Pujon. Namun volume tanah tebing yang longsor tidak banyak dan hanya menutup bahu jalan.

"Untuk longsor kali ini karena memang tanah tebing labil dan tidak ada pohon yang ikut tumbang," kata Choirurrochim, Jumat (3/2/2017).

Meski demikian, dikatakan Choirurrochim, BPBD menghimbau pengendara jalan jalur Batu-Pujon meningkatkan kewaspadaan ketika melewati jalur tersebut. Terutama pada saat turun hujan karena sewaktu-waktu tebing longsor bisa terjadi.

Disamping itu, ungkap Choirurrochim, tim reaksi cepat BPBD Kota Batu intensif melakukan patroli di jalur tersebut. Dan sewaktu-waktu tim BPBD melakukan pemeriksaan kondisi tebing yang dinilai rawan terjadi longsor.

"Kami akan langsung melakukan antisipasi apabila diketahui ada tanda-tanda terjadi longsor di tebing tersebut," ucap Choirurrochim.

Memang, diakui Choirurrochim, terjadinya hujan dalam waktu lama meski tidak terlalu lebat cukup membahayakan. Terutama di tanah-tanah yang labil. Ini dikarenakan air hujan bisa masuk ke retakan-retakan tanah secara terus menerus sehingga tanah lembek sampai menimbulkan longsor.

Oleh karena itu, tambah Choirurrochim, pihaknya berharap warga yang rumahnya ada di bawah tebing untuk melakukan pemeriksaan kondisi tanah. Bila menjumpai ada retakan di tanah labil potensi longsor secepatnya dilaporkan ke RT atau RW setempat untuk diteruskan ke BPBD.

"BPBD akan melakukan langkah-langkah pencegahan terhadinya musibah tersebut," tutur Choirurrochim.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved