Pencak Silat

Pencak Silat Diusulkan ke Sidang Unesco Menjadi Warisan Budaya

"SAAT INI tim verifikasi telah mengumpulkan data perguruan pencak silat di Jatim untuk bahan," kata Supratomo, Kamis (2/2/2017).

Pencak Silat Diusulkan ke Sidang Unesco Menjadi Warisan Budaya
surya/dya ayu
Ilustrasi aksi atlet pencak silat. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Cabang Olahraga (cabor) Pencak Silat diusulkan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan untuk menjadi warisan budaya tak benda ke dalam daftar Itangible Cultural Heritage (ICH) Unesco.

Wacana ini tertuang diberita acara no 74890/MPK.E/HK/2016 tentang Pemilihan Nominasi ICH Unesco dan surat nomor 2516/E.E6/KB2016 tentang Pengumuman Nominasi ICH List Unesco 2017.

Usulan itu akan dibahas dalam sidang komite organisasi bidang pendidikan, sains dan kebudayaan dunia.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Keoalahragaan (Dispora) Jatim Supratomo membenarkan kabar tersebut, bahkan menurutnya pada awal Februari akan ada tim verifikasi dari Kemendikbud dan Dirjen Kebudayaan melakukan penelitian dan pengumpulan data perguruan silat di Kota Surabaya, Bangkalan, dan Malang.

"Saat ini tim verifikasi telah mengumpulkan data perguruan pencak silat di Jatim untuk bahan," kata Supratomo, Kamis (2/2/2017).

Supratomo menilai bahwa sejatinya cabor pencak silat memang sudah layak menjadi warisan budaya karena olahraga ini sudah ada sejak era kerajaan yang tidak hanya dipelajari oleh orang Indonesia saja namun sudah berkembang ke beberapa negara.

"Jika batik bisa menjadi warisan dunia, maka saya optimistis pencak silat juga bisa, karena olahraga ini tidak hanya mengajarkan ilmu beladiri tapi unsur religinya sangat kental," ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jatim itu.

Aliadi Ika Pembina PSHT Pusat mengaku mendukung dan mengapresiasi gagasan ini.

Menurutnya banyak manfaat yang didapat dari cabor ini, selain untuk jasmani juga untuk menempa rohani.

"Ada 258 perguruan silat yang tercatat di IPSI Jatim dan saat ini beberapa perguruan juga berkembang di luar negeri. Jadi memang sudah sangat berkembang sekali," terang Aliadi Ika.

Bidang Wasit dan Juri IPSI Pusat, Fanan Hasanuddin menuturkan bahwa sebenarnya usulan ini merupakan usulan lama, namun belum mendapat respons dari pemerintah.

"Sudah lama IPSI mengusulkan itu dan alhamdulillah sekarang mendapat respons dari pemerintah," tegasnya.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved