Indonesia Soccer Championship

Bhayangkara FC Akhirnya Boyongan ke Bekasi, Ini Kata Kapolri

Bhayangkara FC Tak Jadi Boyongan ke Solo. Tim Sepakbola Milik Polri Itu Memilih Bekasi sebagai Kandang Barunya.

Bhayangkara FC Akhirnya Boyongan ke Bekasi, Ini Kata Kapolri
Surabaya.tribunnews.com/dya ayu
Pelatih BFC Simon McMenemy dan Dani Saputra usai prescon Trofeo jilid II. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Mulai kompetisi tahun 2017 ini, tim Bhayangkara FC  akan pindah home base. 

Jika saat ini Bhayangkara FC memilih Stadion Delta Sidoarjo sebagai home base nya, pada kompetisi mendatang tim milik Polri ini akan pindah ke Bekasi.  

Hal ini disampaikan Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian usai membuka Turnamen Trofeo Cup 2017 di Stadion Manahan Solo, Minggu seperti dilansir dari Antara.

Pernyataan Kapolri ini berarti mematahkan dugaan sebelumnya bahkan kandang Bhayangkara FC akan pindah ke Solo.

Sementara itu, terkait Turnamen Trofeo Cup 2017 yang diikuti tiga kesebelasan yakni Bhayangkara FC, Arema FC Malang dan Persija Jakarta. menurut Kapolri hal itu sebagai bentuk dukungan Polri untuk memajukan persepakbolaan Indonesia.

"Meskipun, turnamen Trofeo Cup ini, tarafnya kecil hanya diikuti tiga tim, tetapi sepak bola di Indonesia tetap terus ada pergerakan," kata Kapolri.

Turnamen Trofeo selain mendukung kebijakan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk ikut memajukan sepak bola Indonesia, juga sebagai bentuk partisipasi Polri untuk persepakbolaan di negeri ini.

Kapolri mengatakan turnamen Trofeo tersebut untuk mengisi kekosongan karena kompetisi Indonesia Super League (ISL) tidak jalan, tetapi sekarang sudah bergerak jalan, dan pada tanggal 4 Februari mendatang akan digelar Piala Presiden.

"Turnamen sebelumnya ada Presiden Cup, Jenderal Sudirman Cup, dan untuk mengisi kekosongan ini, Trofeo Cup ini," kata Kapolri.

Kapolri mengatakan jika ada kesempatan akan diadakan lagi turnamen Bhayangkara, karena sangat mendukung kebijakan pemerintah dalam memajukan sepak bola.

Bahkan, kata Kapolri dengan sepak bola yang banyak dihadiri ribuan orang dari berbagai daerah dan suku yang berbeda itu, bersatu bergembira menonton di lapangan.

Menurut Kapolri hal tersebut dapat untuk membangun hubungan kepolisian dengan masyarakat, dan juga menyampaikan Kebhinekaan, Kamtibmas dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Editor: Musahadah
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved