Berita Gresik

Warga di Gresik Bongkar 5 Rumah dan Warung Numpang Lahan Makam Umum

#GRESIK - Warga Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik menertibkan 5 unit bangunan liar yang menempel di makam umum.

Warga di Gresik Bongkar 5 Rumah dan Warung Numpang Lahan Makam Umum
Surya/Moch. Sugiyono
DITERTIBKAN - Warga Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik membongkar bangunan liar yang menempel dengan pembatas makam umum. Setelah ditertibkan bangunan tersebut akan digunakan untuk perluasan makam dan jalan desa, Minggu (29/1/2017). 

SURYA.co.id | GRESIK - Warga Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik menertibkan 5 unit bangunan liar yang menempel di makam umum.

Penertiban bangunan tersebut terkait rencana perluasan makam dan jalan.

Untuk mengamankan jalannya penertiban, Polisi, TNI, Satpol PP dan Linmas, berjaga-jaga jika ada perlawanan dari pemilik bangunan.

Bangunan tersebut selama ini digunakan tempat tinggal dan usaha warung kopi.

Pemilik bangunan ada yang asal dari warga Desa Randuagung dan ada yang pendatang.

Warga kompak merobohkan bangunan berupa rumah dan warung karena pihak desa sudah memberikan peringatan sejak 2007 sampai 2017.

Bahkan, penghuni bangunan liar tersebut sudah dicarikan tempat lain. Tapi, tetap menyewa.

Lahan baru yang disediakan lumayan luas, ukurannya 6X12 meter persegi. Ternyata mereka tidak mau pindah.

"Kami sudah berkali-kali memberikan peringatan. Tapi penghuni bangunan ini tidak mau menghiraukan, terpaksa warga menertibkan bangunan ini. Setelah ditertibkan nanti digunakan untuk perluasan makam dan jalan umum," kata Suwaibah, Kades Randuagung, Minggu (29/1/2017).

Warga sepakat menertibkan bangunan tersebut karena jalan yang ada di tepi makam umum tersebut terlihat kumuh dan sempit.

Padahal lokasi tersebut berada di tengah kota Gresik dan dekat Pos Polisi Desa Randuagung.

"Warga hanya ingin perluasan makam dan jalan. Jika tidak ditertibkan sekarang, maka akan menjadi permasalahan di kemudian hari. Jalan ini aset desa sehingga perlu dikembalikan fungsinya," kata Suparto, warga yang ikut kerja bakti menertibkan bangunan liar.

Sementara Muhamad Rodhi (48), mengatakan bahwa selama menempati tanah tersebut sudah menyewa ke desa.

"Selama hampir 23 tahun ini menempati tanah di sini sudah membayar uang sewa. Disediakan lahan baru juga menyewa," kata Rodhi, sambil mengamankan barang berharga dari bangunan rumah dan warung.

Setelah penertiban tersebut Rodhi tetap akan membuka warung kopi tapi belum menemukan tempat yang layak. "Ya nanti tetap buka usaha warung kopi. Belum tahu dimana tempatnya," katanya. 

Penulis: Sugiyono
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved