Berita Gresik

VIDEO: Cara Unik Ponpes Al Hasyimyah Gresik Peringati Maulid Nabi, Semua Simbol Ada Artinya

Para alumni pondok pesantren Al Hasyimyah membuat kesenian tarian naga, kuda terbang, gorila, becak hias, gerobak hias dan damar kurung. Filsafahnya..

SURYA.co.id | GRESIK - Ada yang menarik di Kelurahan Karangturi, Kecamatan Gresik saat peringatan maulid  Nabi Maulid Muhammad, Sabtu (28/1/2017) malam. 

Untuk memeriahkan kegiatan, para alumni pondok pesantren Al Hasyimyah membuat kesenian tarian naga, kuda terbang, gorila, becak hias, gerobak hias dan damar kurung.

Sementara, untuk menghiasi jalan dan gang-gang dipasang lampu damar kurung.

Warga menyebutnya 'Perayaan Tradisional Damar Kurung', sesuai dengan tradisi yang dilaksanakan oleh almarhum KH Muhammad Nur Hasyim sejak 1966.

Kegiatan tradisional ini menjadi hiburan bagi masyarakat sekitar dalam mengisi liburan selama dua hari.

"Dulu tidak seperti ini. Tahun 1962 belum ada lampu listrik seperti sekarang. Sehingga untuk merayakan maulid Nabi Muhammad dengan cara keliling kampung membawa damar kurung, agar lampu lilin tidak padam," kata  KH Abdul Tholib (67), menantu almarhum KH Muhammad Nur Hasyim, Minggu (29/2/2017). 

Bentuk-bentuk damar kurung juga berbeda-beda. Ada persegi enam, persegi lima dan persegi empat.

"Ada maksudnya, kalau bentuknya persegi lima seperti  bintang itu ajaran rukun Islam. Yang bentuknya persegi enam atau bintang enam itu rukun iman dan yang persegi empat atau kotak itu tanda nama-nama sahabat nabi yaitu Abu bakar, Umar, Usman dan Ali. Ada juga bertuliskan Allah dan Muhammad," kata KH Abdul Tholib.

Abdul Tholib, menegaskan bahwa dari damar kurung juga warna warni. Ada warna merah, kuning, hijau dan putih.

"Itu maksudnya berbeda-beda suku, adat dan budaya tapi tetap satu yaitu Bangsa Indonesia. Jadi, KH Hasyim dulu sudah mengajarkan kesatuan dan persatuan NKRI dalam kehidupan sehari-hari. Sampai sekarang, pelajaran tersebut masih dilestarikan oleh santri-santrinya dan masyarakat sekitar. Buktinya, santrinya ada yang membuat tarian naga," imbuhnya.

Bahkan, pondok pesantren peninggalan almarhum KH Muhammad Nur Hasyim sampai sekarang masih banyak menerima murid.

Mulai pendidikan taman pendidikan Al Quran (TPQ) dan Taman kanak-kanak dan sekolah diniah.

Dari alumni-alumni Ponpes Al Hasyimiyah, Kelurahan Karangturi, Kecamatan Gresik setiap tahun mengadakan kegiatan kirab budaya untuk melestarikan kesenian dan kebudayaan yang dilaksanakan oleh almarhum KH Muhammad Nur Hasyim.

"Maksudnya hanya menanamkan cinta kepada Rasulullah Nabi Muhammad. Hiasan damar kurung itu hanya hiasan. Pernak-pernik lainnya juga hanya hiasan," kata Sara'i Mi'roj (60), warga Karanganyar, Kelurahan Karangturi, Kecamatan Gresik.

Penulis: Sugiyono
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved