Berita Pendidikan Surabaya

Sama-sama Diambilalih Provinsi, Pendidikan Khusus Diperlakukan Beda dengan SMA/SMK

Tak Hanya SMA dan SMK saja yang Kini Pengelolaanya Diambilalih Pemprov, Pendidikan Khusus Juga, termasuk Sekolah Bakat Seperti SMANOR. Bedanya...

Sama-sama Diambilalih Provinsi, Pendidikan Khusus Diperlakukan Beda dengan SMA/SMK
surya/iksan fauzi
SISWA TRAMPIL - Seorang siswa SLB Putra Harapan sedang menjahit sandal untuk pesanan hotel di Bengkel Mandiri, Selasa (5/5/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tak hanya melimpahkan SMA dan SMK negeri, tetapi juga jenjang Pendidikan Khusus (PK).

Berbeda dengan pengelolaan SMA dan SMK negeri yang tidak bisa ditanggung Dinas Pendidikan jatim sepenuhnya. Dindik Jatim memastikan PK sepenuhnya akan menjadi tanggungan pemerintah.

Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman menuturkan, peserta didik dan pengelola PK tidak perlu bingung soal anggaran. Sebab, selain bantuan dari pusat, Pemprov Jatim juga akan mengucurkan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS)-PK. Nilainya bahkan mencapai Rp16,5 miliar.

“Kami tanggung seluruhnya, gratis. Termasuk untuk yang berasrama juga kami berikan biaya untuk kebutuhan hidup,” terang Saiful dikonfirmasi, Minggu (29/1/2017).

Pendidikan khusus, lanjut Saiful, tidak hanya menangani anak-anak berkebutuhan khusus, melainkan juga anak dengan bakat khusus.

Satuan pendidikan yang menangani bakat khusus misalnya SMAN Olahraga (SMANOR) di Sidoarjo.

“Kepala sekolahnya (Smanor) tidak perlu mikir sumber anggaran. Sudah kami siapkan mulai dari biaya hidup sampai kebutuhan untuk pendidikannya,” terang mantan Kepala Badan Diklat Jatim ini.

Perhatian ini tidak terlepas dari komitmen Jatim dalam melayani anak-anak berkebutuhan khusus dan berbakat khusus.

Menurutnya, mereka merupakan anak-anak yang luar biasa dan harus mendapat layanan sebaik mungkin.

“Mulai tahun kemarin (2016) Jatim mendeklarasikan diri sebagai provinsi inklusi. Karena itu, anak berkebutuhan khusus baik di SLB (Sekolah Luar Biasa) maupun di sekolah inklusi juga akan digratiskan,” terang Saiful.

Terpisah, Kabid Pembinaan Pendidikan Khusus-Layanan Khusus (PKLK) Dindik Jatim, Ninik Astuti Dewantari mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan pemutakhiran data sasaran BOS PK.

Selain itu, mekanisme pencairan secara teknis juga sedang dibahas. “Pencairan BOS PK ini akan ditangani oleh tim khusus di Dindik Jatim,” tuturnya.

Ninik menjelaskan, Smanor yang semula merupakan UPT di bawah naungan Dindik Jatim kini statusnya sama seperti SMA pada umumnya.

Hanya saja, anggaran tetap disiapkan Dindik Jatim. Nilainya tahun ini mencapai Rp9,3 miliar.

“Semua gratis, mulai seleksi penerimaannya, latihan, vitamin sampai sabun mandi juga ditanggung,” pungkas Ninik.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved