Berita Sumenep Madura

Di Kepulauan Sumenep Elpiji 3Kg Tembus Rp 45 Ribu, Warga Berharap Pemerintah Turun Tangan

BASYIR (43) seorang warga mengatakan, melonjaknya harga gas elpiji tabung 3 kg diawali adanya kabar bahwa harganya akan naik pada Maret nanti.

Di Kepulauan Sumenep Elpiji 3Kg Tembus Rp 45 Ribu, Warga Berharap Pemerintah Turun Tangan
surya/moh rivai
Ilustrasi aktivitas angkutan elpiji ke Kepulauan Sumenep. 

SURYA.co.id | SUMENEP – Warga kepulauan Sumenep, Madura, terutama warga Pulau Masalembu, Raas dan Sapeken, semakin menjerit akibat laju kenaikan harga gas elpiji tabung 3 kg, yang terus merangkak naik.

Dari mulai harga Rp 25 ribu, Rp 35 ribu, saat ini malah sampai tembus pada harga Rp 45 ribu per 3 kg.

Banyak warga sudah beralih ke kayu bakar, tetapi dengan turunnya hujan, warga kesulitan juga untuk mendapat kayu bakar sebagai bahan untuk dapur masak mereka.

Sedangkan keberadaan minyak tanah yang sebelumnya masih banyak ditemukan di sejumlah kios dan agen minyak tanah, saat pun ikut langka.

Basyir (43) warga Dusun Mandar, Desa Sukajeruk, Kecamatan Masalembu, Pulau Masalembu, Sumenep, Madura, mengatakan, melonjaknya harga gas elpiji tabung 3kg, memang diawali kabar akan naiknya harga gas elpiji Maret 2017 mendatang. Karena itu kemudian memicu naiknya harga gas sejak akhir Desember 2016 lalu.

‘’ Normalnya disini, harga gas tabung elpiji 3 kg Rp 25.000 untuk kepulauan. Tapi terus merangkak ke 30.000, terus naik ke Rp 40.000. Terus naik dan naik hingga akhirnya sekarang sudah Rp 45.000,’’ ujar Basyir melalui telepon selulernya kepada Surya.co.id, Minggu (29/1/2017).

Naiknya harga gas elpiji ukuran 3 kg, selalu dibarengi dengan raibnya persediaan gas elpiji di sejumlah agen dan pedagang gas elpiji di kepulauan. Padahal sebagian agen diketahui tiap hari kulakan tabung gas elpiji ukuran 3 kg, baik dari daratan Sumenep, ataupun dari daerah Surabaya.

‘’ Ini perlu ada campur tangan pemerintah, atau bahkan aparat keamanan untuk mencegah semakin melambungnya harga tabung gas elpiji ukuran 3 kg. Atau bahkan ada operasi pasar, untuk mencegah penimbunan gas elpiji di agen-agen,’’ harapnya.

Jauhari, anggota Komisi II DPRD Sumenep, mengaku perihatian dengan kondisi di kepulauan yang selalu menjadi korban atas kabar kenaikan harga gas elpiji. Sehingga ketika mendengar kabar kenaikan harga gas elpiji dan kendati belum ditetapkan oleh pemerintah, namun sudah naik terlebih dahulu.

‘’ Kami berharap pemerintah mengambil langkah-langkah tegas agar persoalan melambungnya harga gas elpiji di kepulauan bisa teratasi, apalagi pemerintah pusat belum menetapkan kenaikan harga gas elpiji 3 kg,’’ pintanya.

Kasubag Pembinaan dan Pengembangan BUMD, Bagian Perekonomian Pemkab Sumenep, Suhermanto mengaku kaget dengan harga gas elpiji ukuran 3 kg yang mencapai Rp 45.000 perkilogram. Karena pada saat normal, harga gas elpiji tabung ukuran 3 kg, biasanya dijual Rp 25.000.

‘’ Pasti akan kita cek dan memerlukan langkah-langkah agar mahalnya harga gas elpiji tabung ukuran 3 kg tersebut bisa kembali normal,’’ kata Suhermanto.

Penulis: Moh Rivai
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved