Berita Surabaya

Main Ponsel di Jalan Raya Jadi Budaya, Polisi: Kami Sudah Sering Tegur dan Tilang

MENURUT Warih, penggunaan ponsel masuk dalam pelanggaran tematik atau khusus.

Main Ponsel di Jalan Raya Jadi Budaya, Polisi: Kami Sudah Sering Tegur dan Tilang
surya/habibur rohman
PENGENDARA SAKTI - Sebagian masyarakat masih mengoperasikan ponsel saat mengendarai kendaraan bermotor di beberapa jalan raya di Kota Surabaya, Rabu (25/1/2017). Kondisi ini bisa membahayakan pengendara itu sendiri maupun pengendara lain dan bisa memancing tindak kejahatan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Polisi sebenarnya tidak menutup mata terhadap banyaknya pelanggaran pengendara memakai ponsel saat berkendara.

Selama ini, sudah ada tindakan terhadap para pelanggar, berupa tilang.

"Jumlah pelanggaran karena pakai ponsel, memang tidak signifikan. Tetapi kami sudah banyak menegur atau memberi tilang untuk pelanggaran ini," ucap Kasatlantas Polsretabes Surabaya AKBP Adewira Negara Siregar melalui KBO AKP Warih Hutomo, Rabu (25/1/2017).

Menurut Warih, penggunaan ponsel masuk dalam pelanggaran tematik atau khusus.

Pelanggaran ini berpotensi terjadi kecelakaan cukup tinggi, baik bagi pengendara atau orang lain.

Karena itu, Satlantas Polretabes Surabaya selalu mengingatkan, agar setiap pengendara tidak memainkan ponsel saat berkendara. Tidak hanya pengendara roda dua, tetapi juga roda empat.

Warih menuturkan, tindakan rutin petugas terhadap pelanggaran ini harus disertai bukti kuat. Jika terbukti atau terlihat pengendara sedang telepon, maka petugas bakal menghentikan kendaraan dan dilakukan tindakan tilang.

Sebaliknya, jika hanya memegang, maka sanksi yang diberikan sebatas teguran atau peringatan.

"Biasanya, pengendara akan berhenti telepon atau memainkan ponsel jika melihat petugas," ucapnya.

Untuk menekan pelanggaran bermain ponsel saat berkendara, lanjut Warih, pihaknya sering menggelar razia.
Tempatnya tidak cuma di jalan utama, seperti Jl A Yani, Jl Raya Darmo, Basuki Rachmat, atau Embong Malang.

Tetapi, juga di jalan-jalan nonutama di Surabaya. Tujuannya, supaya pengendara tidak melanggar dengan memakai ponsel di atas kendaraannya.

"Sudah sering kami ingatkan dan himbau, penggunaan ponsel di atas kendaraan itu sangat berbahaya dan salah. Juga bisa mengundang tindak kejahatan," tuturnya.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved