Berita Surabaya

Main Ponsel di Jalan Jadi Budaya, Polisi Dituding Tak Lakukan Penertiban

"SEKARANG begini kalau aparat saja diam, itu sama saja bohong. Kalau ada polisi yang menegur dan memberikan sanksi langsung itu baru impas."

Main Ponsel di Jalan Jadi Budaya, Polisi Dituding Tak Lakukan Penertiban
Surabaya.tribunnews.com/Habibur Rohman
Pengendara motor dengan santainya mengakses ponsel saat melintas di Jl Panglima Sudirman Surabaya, Kamis (26/1/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Banyaknya pengendara motor yang senang bermain telepon seluler (ponsel) saat berada di jalan, cukup membuat prihatin. Kendati selama ini sering ada sosialisasi dan telah ada peraturan terkait pelanggaran ini.

Beberapa warga masyarakat yang sadar tertib berlalulintas, berharap ada tindakan tegas bagi pengendara yang masih nekat bermain ponsel di jalan) ini.

Elok Nurul Ghurrobah, misalnya, mengkritisi mereka yang masih bermain gadget di jalan maupun saat berhenti di traffic light merupakan tindakan kurang bagus.

"Sekarang begini kalau aparat saja diam, itu sama saja bohong. Kalau ada polisi yang menegur dan memberikan sanksi langsung, seperti memberi hukuman tilang itu baru impas. Pengendara akan jera, dan memilih tidak main ponsel di jalan," ujar Elok, Kamis (26/1/2017).

Jika tindakan itu dibiarkan akan menjadi budaya di Indonesia. Dengan begitu, semua orang akan menganggap bahwa bermain ponsel di jalan merupakan hal biasa lantaran tidak ada sanksi.

"Orang akan bilang bermain hape di jalan tidak apa-apa, karena pembiaran secara bebas. Padahal, negara ini adalah negara hukum yang semuanya diatur undang-undang," papar Elok.

Hal senada diungkapkan Lina Cristiani. Menurutnya, banyak pengendara bermain gadget yang sering membuatnya kesal dan marah.

Seringkali, lanjutnya, para pengendara ini ngawur dan tidak menghiraukan laju jalannya. Secara otomatis, kata Lina, saat berkendara ia tidak fokus dan lebih banyak tolah-toleh ke hapenya.

"Kalau akhirnya nabrak atau ditabrak, siapa yang disalahkan. Terkadang di TL (traffic light), lampu sudah hijau tetap masih asyik main, begini ini yang bikin emosi jiwa," keluhnya.

Ia menilai, aparat masih belum berlaku adil terhadap pengguna jalan. "Lampu tidak menyala siang hari langsung tilang.

Lah yang main hape tidak diapa-apakan, padahal jelas ada peraturannya," tegas Lina. 

Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved