Berita Sumenep Madura
Dua Tahun 136 SD Tanpa Kasek, Dindik Sumenep Berdalih seperti ini
MENURUT BUSYRO proses pengisian jabatan kasek yang saat ini dijabat oleh Plt, akan dilakukan secepatnya.
Penulis: Moh Rivai | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SUMENEP – Sekitar 136 SDN di Sumenep, hingga kini dibiarkan kosong tanpa kepala sekolah (kasek).
Kekosongan kasek ini diduga sudah berlangsung sejak dua tahun terakhir. Kapan lembaga pendidikan tanpa kasek ini diisi belum ada kepastian.
Bupati Sumenep, KH A Busyro Karim, Kamis (26/1/2017) mengakui jika selama ini terdapat sejumlah SDN kosong tanpa ada kasek.
Namun semuanya tidak dibiarkan kosong begitu saja, karena sudah diisi pelaksana tugas (Plt), sehingga kekosongan kasek tidak berpengaruh besar terhadap kelangsungan pendidikan di SD yang bersangkutan.
Busyro mengatakan, sebenarnya masalah kekosongan ini pihaknya menunggu dari dinas pendidikan. Sebab proses di dinas pendidikan sampai saat ini masih belum selesai.
“Tentu akan kami isi secepatnya. Namun karena administrasinya masih dalam proses dan di tangan dinas pendidikan. Nanti jika sudah selesai, pasti akan diisi,” kata Busyro Karim.
Menurut Busyro, proses pengisian jabatan kasek yang saat ini dijabat oleh Plt, akan dilakukan secepatnya. Agar semua sekolah sudah dijabat kasek yang difinitif. Karena selama dua tahun ini hanya diisi Plt, walaupun tidak mengganggu proses kelompok belajar mengajar (KBM), tapi tidak bisa dibiarkan berlarut-larut seperti ini, agar sekolah memiiki kasek.
Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, A Sadik, yang dimintai konfirmasinya menjelaskan, kekosongan jabatan kasek ini, lantaran masih terkendala dengan proses pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang waktu itu, jabatan bupati tinggal enam bulan.
Sebab enam bulan sebelum masa jabatan berakhir, bupati tidak boleh melakukan mutasi.
"Waktu itu banyak jabatan kasek sudah berakhir. Sedang pemkab dihadapkan dengan proses perubahan struktur organisasi perangkat daerah,” ujar A Sadik.