Breaking News:

Berita Magetan

Penyelidikan Buntu, Polres Magetan Kembalikan Kasus Pencabulan Oleh Guru ke Polres Ngawi

Polres Magetan mengembalikan kasus dugaan pencabulan oleh guru SMK di Ngawi ke Polres Ngawi. Hal ini dilakukan karena mereka tidak menemukan saksi.

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Eben Haezer Panca
khabarfeed
Ilustrasi kekerasan seksual 

SURYA.co.id | MAGETAN - Polres Magetan melemparkan kembali penyelidikan dugaan kasus pencabulan oleh SW, guru yang juga wakil kepala sebuah SMK di Paron, Kabupaten Ngawi, ke Polres Ngawi.

Pengembalian ini dilakukan lantaran penyidik di Polres Magetan belum menemukan saksi-saksi yang kuat.

"Kasus dugaan pencabulan yang diduga dilakukan seorang guru berinitial S, yang diterima Polres Magetan dari Polres Ngawi itu akan dikembalikan ke Ngawi,"kata Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Polres Magetan AKP Stevanus Suyatni kepada Surya, Selasa (24/1/2017).

Perwira dengan pangkat balok tiga di pundak itu menyebutkan, pengembalian kasus ini ke Polres Ngawi dilakukan karena penyidik merasa buntu saat melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, korban, dan saksi saksi lainnya.

Ini karena pegawai hotel yang diduga mengetahui saat korban dan pelaku masuk ke hotel, mengaku tidak tahu dan tidak kenal keduanya.

"Demikian juga korban, ketika dibawa ke tempat kejadian perkara (TKP) di Sarangan untuk menunjukan tempatnya menginap bersama pelaku, mengaku tidak ingat, sudah lupa," jelas AKP Suyatni.

Karena itu, tambah AKP Stevanus Suyatni, kasus penyidikan dugaan pencabulan guru kepada siswa itu akan dikembalikan ke Ngawi.

"Sebetulnya masih ada dua TKP, di Kaliurang, Yogyakarta dan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Tapi tidak tahu, itu nanti urusan penyidik selanjutnya,"kata AKP Suyatni.

Kasus dugaan pencabulan ini terungkap setelah Ny Kartika, Ibu kost korban yang berinisial MA di Solo mencurigai tingkah laku Sw yang sering membawa MA pergi dari indekost dan baru dipulangkan keesokan harinya.

Berawal dari kecurigaannya itu Ny Kartika menanyai korban yang akhirnya mengaku diajak menginap di beberapa hotel di tempat wisata, seperti di Kaliurang, Yogyakarya, Tawangmangu, Karanganyar dan Sarangan Magetan.

Mendengar pengakuan korban yang diketahui Ny Kartika sebagai anak yatim ini kemudian melapor ke Polresta Solo, dan disarankan melapor ke Polres Ngawi tempat asal korban.

Tapi setelah dilaporkan ke Polres Ngawi, kasus yang TKP kejadian seluruhnya berada diluar wilayah hukum Polres Ngawi, maka dipilihlah Polres Magetan, yang paling dekat TKP dengan tempat tinggal Pelaku dan Korban.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Magetan juga sudah meminta keterangan sejumlah guru dan Ny Tinem ibu korban.

Namun, karena merasa buntu saat olah TKP, Polres Magetan memutuskan mengembalikan kasus ini ke Polres Ngawi, tempat awal bujuk rayu pelaku kepada korban.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved