Berita Banyuwangi

Pemkab Banyuwangi Gelar Operasi Pasar, 100 Kilogram Cabai Terjual Setiap Hari, ini Tujuannya

BUPATI BANYUWANGI Abdullah Azwar Anas meninjau lokasi operasi yang menjual sejumlah bahan pokok kebutuhan rumah tangga.

Pemkab Banyuwangi Gelar Operasi Pasar, 100 Kilogram Cabai Terjual Setiap Hari, ini Tujuannya
surya/haorrahman
Bupati Abdullah Azwar Anas meninjau operasi pasar. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Banyuwangi menggelar operasi pasar bahan pokok di Pasar Banyuwangi. Operasi pasar ini untuk Stabilisasi Harga Pangan (OSHP).

Salah satu bahan pokok yang dijual adalah cabai. Tiap hari 100 kilogram cabai terjual.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meninjau lokasi operasi yang menjual sejumlah bahan pokok kebutuhan rumah tangga yang menggunakan mobil bak terbuka.

Beragam kebutuhan pokok dijual, mulai minyak goreng, gula pasir, beras, hingga cabai rawit.

Dalam operasi pasar ini, gula dibanderol Rp 12.200 per kilogram, minyak goreng kemasan 1 liter dijual Rp 11.300, beras kemasan 5 kilogram dijual mulai harga Rp 43.500 hingga Rp 49.500.

Selain itu juga dijual cabai rawit dengan harga Rp 60.000 per kilogram.

Anas memaparkan, operasi pasar ini merupakan kerja sama Pemkab Banyuwangi dan Badan Usaha Logistik (Bulog) Subdivre 9 Banyuwangi. Tujuannya untuk melakukan stabilisasi harga.

“Sehingga, OSHP ini bisa menjembatani masyarakat yang merasa kemahalan, bisa beli di operasi di sini. Tadi kita sudah cek, seperti harga cabai yang di pasar Rp 100.000 per kilogram, di sini Rp 60.000 per kilogram,” kata Anas, Senin (23/1/2017).

Untuk itu, Anas mengimbau agar masyarakat bisa memanfaatkan operasi pasar yang digelar Bulog di 8 titik ini.

”Titik-titik itu tersebar dari wilayah utara sampai selatan Banyuwangi. Per hari rata-rata delapan titik,” kata Bupati Anas.

Anas mengatakan, fenomena harga cabai di satu sisi memang menguntungkan petani, namun di sisi lain memberatkan konsumen. Cabai dari Banyuwangi sendiri telah banyak dikirim ke daerah lain.

”Jadi operasi pasar yang dilakukan bersama Bulog ini sebagai upaya untuk menjembatani konsumen yang mungkin terasa berat dengan kenaikan harga. Pemkab Banyuwangi juga telah memfasilitasi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk bersinergi dengan Bulog dalam hal penyediaan pangan di desa untuk menekan harga. Sudah ada delapan Bumdes yang bersinergi dengan Bulog,” paparnya.

Kepala Perum Bulog Sub Drive Wilayah IX, Banyuwangi, Guna Dharma Nugrahwan menambahkan, operasi ini digelar untuk menstabilkan harga bahan pokok ini digelar mulai 20 Desember 2016 lalu dan akan terus berlangsung sampai harga stabil.

Sejak digelar, lanjut dia, Bulog mampu menjual beras premiun sebanyak 150 ton dan cabai 1,7 ton.

”Kami masih dapat pasokan dari petani lokal Banyuwangi setiap harinya, baik untuk beras maupun cabai,” jelas Dharma.

Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved