Senin, 13 April 2026

Berita Surabaya

Peminat Tinggi, Dishub Kota Surabaya Tambah Dua Unit Bus Sekolah

Dishub lanjut Irvan juga telah menyediakan bus yang berhenti di Park and Ride Mayjend Sungkono.

Penulis: Rorry Nurwawati | Editor: Titis Jati Permata
surya/rorry
Bus sekolah yang disediakan Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak Surabaya, supaya lebih mudah dalam menjangkau ke tempat sekolah, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memberikan kemudahan dengan bus sekolah.

Peminat yang tinggi, membuat Dishub Kota Surabaya di tahun 2017 ini, menganggarkan dana senilai Rp 1 miliar untuk menambah dua unit bus.

Selama ini, Dishub hanya memiliki empat unit bus sekolah yang beroperasi disetiap wilayah. Seperti di wilayah Surabaya barat, selatan, timur, dan utara.

Lantaran dalam satu wilayah hanya bisa mengoperasionalkan satu unit bus, hal itu dinilai kurang efektif.

Mengingat jumlah pelajar yang memilih naik bus sekolah jauh lebih banyak.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan, pengoperasionalan bus di dalam satu wilayah sangat kurang.

Misalnya saja untuk kawasan Surabaya selatan dan utara, bus yang start dari Kantor Dishub di Jalan Dukuh Menanggal ini, mempunyai rute hingga SMA Komplek di Jalan Kusuma Bangsa.

Dalam satu rute saja, bus bisa terisi penuh hingga 24 seat.

"Bus start dari pukul 05.30 hingga 05.45 wib, yang kemudian langsung berangkat dengan rute yang telah ditentukan. Misal dari Kantor Dishub langsung ke halte-halte A Yani, kemudian Terminal Joyoboyo. Saat penjemputan itu, pelajar bisa turun dimanapun sesuai tempat sekolahnya," katanya, Minggu (22/1/2016).

Selain di beberapa titik lokasi itu, Dishub lanjut Irvan juga telah menyediakan bus yang berhenti di Park and Ride Mayjend Sungkono.

Dengan harapan, anak-anak di daerah Dukuh Kupang dan sekitarnya bisa naik bus dan menitipkan kendaraannya digedung parkir yang baru diresmikan itu.

Sehingga tidak perlu lagi para pelajar ke sekolah berangkat dengan motor.

"Kenapa harus naik bus, karena kita memfasilitasi anak-anak yang ingin ke sekolah tapi kesulitan karena tidak memiliki kendaraan. Selain itu juga untuk anak-anak yang masih SD dan SMP yang belum memiliki SIM alangkah baiknya untuk naik bus sekolah. Karena memang kami sering gelar razia penertiban anak sekolah bersama polisi hang tidak memiliki SIM," tegas Irvan.

Meski demikian, Irvan tidak memaksakan para orangtua dan pelajar bila enggan menggunakan bus sekolah.

Walaupun bus sekolah dirancang untuk anak sekolah tanpa dipungut biaya apapun, Irvan berharap para pelajar tetap memilih mamanfaatkan bus sekolah dibanding naik motor.

"Kita memang tidak bisa memaksakan kehendak, kalau pakai bus sekolah orangtua juga pasti tidak khawatir lagi," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved