Berita Gresik

Hakim Membebaskan Kasi Trantib di Gresik Yang Diduga Memalsukan Surat Riwayat Tanah

Majelis Hakim PN Gresik membebaskan Suryanto, Kasi Trantib Kecamatan Manyar yang didakwa memalsukan surat riwayat tanah. Ini alasannya.

Hakim Membebaskan Kasi Trantib di Gresik Yang Diduga Memalsukan Surat Riwayat Tanah
Surabaya.tribunnews.com/Sugiyono
Suryanto (depan), Kepala Seksi (Kasi) Trantib Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, dibebaskan oleh majelis hakim di PN Gresik setelah didakwa melakukan pemalsuan surat riwayat tanah. 

SURYA.co.id | GRESIK – Suryanto (53), Kepala Seksi (Kasi) Trantib Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, yang didakwa melakukan pemalsuan surat riwayat tanah saat menjadi pejabat pelaksana teknis (Plt) Desa Manyarrejo, Kecamatan Manyar, divonis putusan lepas (onslag van recht vervolging) oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik.

Putusan itu dibacakan majelis hakim dalam sidang putusan yang dipimpin majelis hakim PN Gresik I Putu Mahendra, Senin (23/1/2017).

"Segala tuntutan hukum atas perbuatan yang dilakukan terdakwa dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum, tetapi terdakwa tidak dapat dijatuhi pidana, karena perbuatan tersebut bukan merupakan tindak pidana," ujar Mahendra.

"Tapi misalnya merupakan bidang hukum perdata. Oleh karena itu, hakim meminta agar terdakwa segera dibebaskan dan barang bukti dikembalikan kepada Desa Manyarrejo, Kecamatan Manyar," kata Mahendra.

Mendengar putusan tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) Mansyur menyatakan pikir-pikir. Padahal dalam tuntutannya JPU menuntut hukuman 1 tahun 6 bulan.

Sementara kuasa hukum terdakwa Suryanto juga menyatakan pikir-pikir.

"Pikir-pikir yang mulia," kata Tedjo Hariyono , kuasa hukum terdakwa, Senin (23/1/2017).

“Kami punya hak untuk mempertimbangkan upaya yang dilakukan JPU. Padahal, putusan hakim sudah menyatakan putusan lepas. Hal itu ditunjang dengan barang bukti yang dimiliki terdakwa Suryanto tidak terbukti memalsukan surat riwayat tanah yang diminta oleh masyarakat atas nama Zainal Arifin yang mendapatkan hak waris dari Nasikah,” imbuhnya.

Barang bukti yang dimiliki terdakwa Suryanto yaitu buku kretek desa sampai berkas petok D sudah atas nama pemohon.

“Pemohon atas nama Zainal Arifin. Zainal arifin mendapatkan ahli waris dari Nasikah selaku orang tua pemohon surat riwayat tanah,” katanya.

Apakah kuasa hukum Suryanto akan melaporkan balik Kades Manyarrejo, M Yudiono yang menuduh Suryanto telah mengubah dan mengeluarkan surat keterangan riwayat tanah pada 29 Juni 2015?

“Kami ada tim, masih ada waktu tujuh hari untuk mempertimbangkan putusan hakim dan sikap jaksa. Apakah mau mengajukan gugatan balik, nanti akan dikonsultasikan ke tim,” katanya.

Sementara JPU Mansyur tidak bisa memberikan penjelasan panjang lebar terkait sikap pikir-pikir yang disampaikan kepada majelis hakim PN Gresik.
Walaupun, padahal dalam tuntutan telah menuntut hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan.

“Kami akan sampaikan kepada pimpinan dulu,” kata Mansyur singkat.

Penulis: Sugiyono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved